JABARONLINE.COM, Teheran – Iran menyatakan harapan adanya kemajuan dalam kerangka kerja untuk memulai kembali pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Teheran mengungkapkan saat ini tengah menelaah sejumlah proses diplomatik yang diusulkan negara-negara kawasan sebagai mediator.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan negosiasi tidak langsung dengan Washington telah berlangsung melalui pertukaran pesan.
Ia menyebut kerangka pembicaraan diharapkan dapat dirampungkan dalam beberapa hari ke depan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meredanya ketegangan militer antara Iran dan AS. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam tindakan militer, namun kemudian membuka peluang kesepakatan nuklir baru.
Media Iran melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah berkomunikasi dengan sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi, Mesir, dan Turki. Sementara itu, laporan yang belum diverifikasi menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memerintahkan dimulainya kembali pembicaraan nuklir.
AS dikabarkan mengajukan sejumlah syarat, termasuk penghentian pengayaan uranium dan pembatasan program rudal Iran. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Teheran maupun Washington terkait jadwal pertemuan lanjutan. (AS/JO).
.png)
.png)
