JABARONLINE.COM, Jakarta, – Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan dan kesejahteraan atlet Iran di tengah meningkatnya kerusuhan nasional yang melanda negara tersebut. IOC menegaskan tetap menjalin komunikasi dengan komunitas Olimpiade Iran serta federasi olahraga internasional guna memantau kondisi para atlet.
Dalam pernyataan kepada Reuters, IOC menyebut situasi di Iran menjadi perhatian serius seiring memburuknya kondisi keamanan akibat gelombang protes yang meluas. Kerusuhan ini disebut sebagai yang paling berdarah sejak Revolusi Islam 1979.
Aksi protes awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi dan dimulai dari Pasar Besar Teheran pada bulan lalu. Namun, protes tersebut dengan cepat berkembang menjadi gerakan nasional yang menyuarakan ketidakpuasan lebih luas terhadap pemerintahan ulama yang berkuasa.
Aparat keamanan Iran dilaporkan melakukan penangkapan massal untuk mencegah aksi lanjutan. Kelompok hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mencatat sedikitnya 6.373 orang tewas dan 42.486 orang ditangkap sejak kerusuhan pecah.
HRANA juga melaporkan adanya pembatasan akses internet serta penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan. Pemerintah Iran membantah tudingan tersebut dan menyalahkan kelompok yang mereka sebut sebagai “teroris bersenjata” yang didukung Israel dan Amerika Serikat.
Menanggapi situasi tersebut, IOC menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin terhadap kondisi atlet Iran yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh krisis nasional. Namun, IOC mengakui memiliki keterbatasan dalam memengaruhi urusan politik dan keamanan suatu negara.
“Kami sangat prihatin dengan situasi para atlet Iran yang terdampak oleh peristiwa yang terjadi di negara mereka, sebagaimana halnya dengan atlet di wilayah lain yang menghadapi konflik dan tragedi,” demikian pernyataan IOC.
IOC menegaskan akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan Olimpiade untuk membantu atlet, termasuk melalui pendekatan diplomasi olahraga.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh United World Wrestling (UWW). Federasi internasional tersebut mengaku telah menerima sejumlah laporan terkait keselamatan pegulat Iran di tengah kerusuhan yang berlangsung.
.png)
.png)
