Bogor — Siapa sangka, sebuah disertasi akademik mampu menjelma menjadi karya musik yang menyentuh hati banyak orang. Inilah yang ditunjukkan oleh Senandung Mubarock, penyanyi solo asal Bogor yang kini mulai mencuri perhatian publik lewat karya-karyanya yang penuh makna.
Berawal dari penelitian akademik, Senandung Mubarock berkembang menjadi sebuah proyek musik di bawah bimbingan Prof. Suminto A. Sayuti dan Prof. Wiyatmi, guru besar dari Universitas Negeri Yogyakarta. Perjalanan ini menghadirkan perpaduan unik antara kedalaman ilmiah dan kekuatan emosional dalam setiap karya yang dihasilkan.
Dalam setiap penampilannya, Senandung Mubarock membawakan lagu-lagu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dunia anak-anak dan remaja. Beberapa lagu yang turut dibawakan antara lain “Nanti Kita Beli Nanti”, “Dan Kini”, “Rengking Satu”, “Masa Kecil”, “Aku Benci Hari Ini”, “Sebuah Buku Harian” (puisi karya Suminto A. Sayuti), serta “Tentang Perasaanku Waktu Itu”.
Lagu-lagu tersebut tidak hanya enak didengar, tetapi juga sarat pesan moral, refleksi diri, serta nilai-nilai kehidupan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Sejumlah penikmat musik pun memberikan respons positif. Tesar Dwi Saputra, penulis buku “Tidak Perlu Memaksakan Diri”, menyebut bahwa alunan musik Senandung Mubarock mampu menghayutkan pendengar dalam suasana tenang dan penuh kenangan.
Hal serupa diungkapkan Nazwa, mahasiswa PBSI FKIP Universitas Pakuan, yang menilai bahwa pesan dalam lagu disampaikan secara sederhana namun tetap menyentuh hati.
Sementara itu, Hilman, seorang mahasiswa, menyoroti kekuatan pembawaan serta lirik lagu yang dinilai sangat menyentuh dan memberikan kesan keren di setiap penampilan.
Dari sisi konsep, Doni dari Kelompok Musik Katapel menilai bahwa Senandung Mubarock memiliki ciri khas kuat dengan mengangkat tema yang dekat dengan anak-anak dan remaja, serta sarat akan pesan moral dan nasihat kehidupan.
Apresiasi juga datang dari Pak Asep, Guru SMPN 15 Kota Bogor, yang menyebut kesederhanaan dalam penyampaian justru menjadi kekuatan utama karya tersebut. Tazkia, seorang mahasiswa, turut menambahkan bahwa Senandung Mubarock selalu tampil maksimal dengan genre musik yang beragam, sehingga memberikan pengalaman berbeda di setiap penampilannya.
