Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh rakyat Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas berbagai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota kepolisian. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuat institusi dalam menghadapi tantangan transparansi di era digital saat ini.

Kapolri menekankan bahwa tindakan indisipliner dan pelanggaran hukum oleh personel telah mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat. Ia mengakui bahwa ketidakprofesionalan anggotanya merupakan beban moral yang harus segera diperbaiki melalui langkah-langkah sistemik yang nyata. Hal ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan sebuah pengakuan jujur demi menjaga martabat Korps Bhayangkara.

Beberapa tahun terakhir, institusi Polri memang menghadapi ujian berat akibat serangkaian kasus besar yang melibatkan perwira tinggi hingga personel lapangan. Sebut saja kasus pembunuhan berencana oleh mantan Kadiv Propam hingga tragedi maut di stadion olahraga yang menelan ratusan korban jiwa. Selain itu, keterlibatan oknum dalam jaringan narkotika internasional semakin memperburuk citra kepolisian di mata publik.

Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa permohonan maaf ini adalah titik awal dari proses pemulihan hubungan antara polisi dan masyarakat. Ia menyatakan bahwa Polri tidak akan menutup telinga terhadap kritik tajam yang datang dari berbagai lapisan warga. Kritik tersebut justru akan dijadikan energi utama untuk melakukan aksi "pembersihan rumah" secara menyeluruh tanpa pandang bulu.

Penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sempat menyentuh level terendah menurut hasil survei berbagai lembaga independen. Munculnya fenomena "No Viral, No Justice" di media sosial menjadi bukti nyata ketidakpuasan masyarakat terhadap respons cepat kepolisian selama ini. Kondisi ini memaksa institusi untuk mengevaluasi kembali prosedur operasional standar dalam menangani setiap aduan warga biasa.

Menyikapi krisis tersebut, Kapolri menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera meninggalkan mentalitas ingin dilayani oleh masyarakat. Ia meminta setiap personel kembali ke khitah awal sebagai pelayan, pelindung, serta pengayom rakyat yang berintegritas tinggi. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, kini akan diproses secara tegas melalui mekanisme sidang etik maupun jalur pidana.

Langkah berani ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus efek jera bagi anggota yang mencoba melanggar aturan. Transformasi internal ini menjadi harga mati bagi Polri untuk mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari masyarakat luas. Jenderal Listyo Sigit optimistis bahwa reformasi total akan membawa institusi kepolisian menuju masa depan yang jauh lebih profesional.

Sumber: Bisnismarket

https://bisnismarket.com/post/kapolri-minta-maaf-atas-ulah-oknum-komitmen-reformasi-total-institusi-polri