JABARONLINE.COM - Insiden disipliner kontroversial kembali mewarnai Premier League setelah bek Sunderland, Dan Ballard, menerima kartu merah langsung saat menghadapi Wolverhampton Wanderers (Wolves) pada Sabtu. Keputusan ini menambah daftar panjang momen di mana pelanggaran tarikan rambut menjadi sorotan utama dalam pengawasan wasit musim ini.

Peristiwa yang memicu pengusiran tersebut terjadi pada menit ke-25 pertandingan yang berlangsung di Molineux Stadium. Ballard terlibat perebutan bola dengan striker Wolves, Tolu Arokodare, yang memiliki rambut panjang terurai.

Setelah adanya intervensi dari Video Assistant Referee (VAR), wasit Paul Tierney memutuskan untuk meninjau langsung insiden tersebut di monitor pinggir lapangan. Keputusan akhir Tierney adalah menganggap tindakan Ballard sebagai kekerasan serius, yang berujung pada kartu merah.

Keputusan wasit tersebut sontak membuat bangku cadangan Sunderland diliputi kekecewaan dan protes keras. Meskipun demikian, secara mengejutkan, Sunderland sempat unggul lebih dulu melalui gol sundulan Nordi Mukiele sebelum insiden kartu merah tersebut terjadi.

Akibat harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam, keunggulan Sunderland tidak bertahan lama. Wolverhampton berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-54 melalui gol yang dicetak oleh Santiago Bueno, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Kasus ini mengingatkan publik pada kontroversi serupa yang melibatkan Dominic Calvert-Lewin dari Leeds United dalam pertandingan Piala FA melawan Chelsea pekan sebelumnya. Saat itu, Calvert-Lewin terlihat menarik rambut bek Chelsea, Marc Cucurella, namun lolos dari hukuman meskipun sudah ada peninjauan VAR yang panjang.

Situasi ini semakin menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi keputusan wasit, terutama mengingat insiden tarikan rambut yang sama pernah membuat Lisandro Martinez dikartu merah saat melawan Calvert-Lewin, dan saat itu yang memimpin pertandingan adalah wasit Paul Tierney sendiri.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sebelumnya telah menegaskan sikap tegasnya mengenai jenis pelanggaran ini. Sebuah panel disiplin resmi pernah menyatakan bahwa "demi kepentingan sepak bola yang lebih luas, 'tarikan rambut' seharusnya tidak ditoleransi dan harus dicegah melalui hukuman yang konsisten," Dikutip dari badan pengatur sepak bola.

Sikap keras FA ini rupanya belum sepenuhnya diterima oleh semua manajer di liga. Pelatih Manchester United, Michael Carrick, diketahui merupakan salah satu kritikus vokal terhadap keputusan pengusiran karena tarikan rambut.