JABARONLINE.COM - Sebuah tindakan yang tidak biasa terjadi menjelang leg pertama semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Atletico Madrid di Spanyol. Staf lapangan klub asal London Utara tersebut dilaporkan mengajukan permintaan resmi kepada UEFA untuk melakukan inspeksi mendalam terhadap kondisi rumput di Estadio Metropolitano.
Permintaan ini muncul karena kekhawatiran tim Arsenal bahwa panjang rumput di stadion kandang Atletico Madrid tersebut melebihi batas ideal yang ditetapkan oleh regulasi kompetisi Eropa. Hal ini memicu spekulasi mengenai potensi taktik "seni kegelapan" yang mungkin dimainkan oleh tuan rumah.
Rekaman video yang menyebar di media sosial menunjukkan staf Arsenal terlihat sedang memeriksa rumput lapangan secara seksama sesaat sebelum pertandingan dimulai. Momen ini mengindikasikan adanya ketidakpuasan serius terkait persiapan lapangan.
Jurnalis ternama Spanyol, Guillem Balague, kemudian mengonfirmasi bahwa Arsenal secara formal meminta UEFA untuk mengukur secara akurat ketinggian rumput lapangan. Tindakan ini menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi dari pihak klub Inggris tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, Guillem Balague menyampaikan temuannya mengenai langkah Arsenal tersebut. "Mereka sedang memeriksa panjang rumput. Arsenal berpikir rumputnya terlalu tinggi," ujar Guillem Balague dalam sebuah klip yang ia unggah di akun X pribadinya.
Balague kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang permintaan tersebut dalam sebuah diskusi di CBS Sports Golazo. "Staf lapangan Arsenal masuk dengan asumsi rumputnya terlalu tinggi, dan mereka meminta UEFA untuk benar-benar mengukurnya. Mereka tidak senang, mereka mengira Simeone sedang menciptakan semacam seni kegelapan," jelas Balague.
Setelah melakukan pengukuran, UEFA memberikan kepastian mengenai standar lapangan yang digunakan oleh Atletico Madrid. "Setelah beberapa saat, UEFA mengatakan: 'Tidak, tingginya sebenarnya 26mm.' Batas maksimal adalah 30mm, dan angka 26mm itu berada di antara rentang 21 hingga 30mm, yang mana sama seperti saat mereka (Atletico) menjamu Barcelona di sini," terang Balague.
Stadion Riyadh Air Metropolitano memang sempat menjadi sorotan musim ini terkait kondisi lapangannya, terutama selama pertandingan Liga Champions melawan Tottenham Hotspur dan Barcelona. Kondisi rumput sempat dikeluhkan oleh beberapa tim yang bertandang.
Pemain Tottenham Hotspur beberapa kali terlihat terpeleset saat kekalahan 5-2 mereka di Madrid pada leg pertama babak 16 besar, di mana dua gol tuan rumah disebut terjadi setelah insiden terpeleset yang melibatkan pemain Spurs.
