JABARONLINE.COM - Kabar gembira bagi para calon siswa berprestasi di bidang sains dan teknologi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi mengumumkan perpanjangan periode pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA Unggul Garuda Baru.
Keputusan ini memberikan waktu tambahan bagi ribuan pelajar yang bercita-cita menempuh pendidikan di sekolah unggulan tersebut untuk melengkapi berkas pendaftaran mereka. Sebelumnya, pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 7 Maret 2026.
Kini, tenggat waktu pendaftaran telah dimajukan dan dipastikan akan ditutup secara definitif pada tanggal 14 Maret 2026 mendatang. Calon peserta didik didorong untuk segera memanfaatkan kesempatan tambahan ini sebelum batas waktu terlewati.
Proses pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri oleh calon siswa melalui jalur daring resmi yang telah disediakan oleh Kemdiktisaintek. Calon siswa harus mengakses laman resmi SMA Unggul Garuda pada tautan https://smaunggulgaruda.kemdiktisaintek.go.id.
Perlu diketahui bahwa program SMA Unggul Garuda Baru ini tersebar di empat wilayah strategis di Indonesia. Keempat lokasi sekolah berasrama tersebut berada di Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Angkatan perdana yang diterima tahun ini mendapatkan jaminan istimewa dari pemerintah terkait pembiayaan pendidikan. Kemdiktsaintek menjanjikan beasiswa sekolah secara penuh hingga siswa tersebut lulus dari jenjang pendidikan menengah tersebut.
Beasiswa penuh ini mencakup seluruh aspek kebutuhan siswa, meliputi biaya pendidikan formal serta biaya kehidupan sehari-hari selama berada di lingkungan sekolah berasrama. Selain itu, terdapat fasilitas tambahan yang disediakan untuk mendukung mobilitas siswa.
"Siswa juga akan mendapat pendanaan mobilisasi siswa dari daerah asal ke lokasi SMA Unggul Garuda tujuan," bunyi keterangan resmi mengenai dukungan fasilitas tersebut.
Namun, perlu dicatat bahwa skema penuh ini hanya berlaku untuk angkatan pertama ini saja. Untuk gelombang penerimaan di tahun-tahun selanjutnya, beasiswa penuh hanya akan diberikan kepada sekurang-kurangnya 80% siswa yang diterima.
