JABARONLINE.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menggariskan sebuah program kerja yang cukup ambisius untuk meningkatkan mutu armada perikanan di Indonesia. Program ini berfokus pada upaya modernisasi armada yang saat ini berjumlah total 1.582 unit kapal.

Target utama dari inisiatif strategis ini adalah menyelesaikan proses pembaruan atau modernisasi sebanyak 50 unit kapal perikanan. Pembaruan armada ini direncanakan harus rampung dan tuntas dilaksanakan sebelum tutup tahun 2026 mendatang.

Program pemutakhiran kapal ikan ini bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan merupakan pelaksanaan nyata dari kesepakatan internasional yang telah disepakati sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi janji kerja sama antar negara.

Secara spesifik, langkah modernisasi armada ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani. MoU tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Inggris.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, telah memberikan penegasan mengenai kesiapan pemerintah dalam mengimplementasikan program ini. Beliau memastikan bahwa langkah-langkah implementasi telah mulai digulirkan sejak awal tahun berjalan.

"Langkah-langkah konkret untuk merealisasikan program ini sudah mulai digulirkan sejak awal tahun berjalan," ujar Lotharia Latif, menekankan bahwa proses eksekusi telah dimulai.

Proses modernisasi ini juga tidak dilakukan secara terburu-buru, melainkan melibatkan langkah-langkah kajian mendalam yang komprehensif. Kajian ini bertujuan untuk memastikan segala aspek pendukung di dalam negeri sudah siap sepenuhnya.

Kajian mendalam tersebut sangat penting untuk menjamin bahwa infrastruktur pendukung di dalam negeri mampu menampung dan mendukung operasional kapal-kapal perikanan yang telah dimodernisasi nantinya.

Dilansir dari Mediakompeten.co.id, program ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing sektor perikanan Indonesia di kancah global melalui peningkatan kualitas aset utama nelayan.