JABARONLINE.COM - Sebuah menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan di salah satu sekolah menengah atas di Pamekasan baru-baru ini memicu perhatian serius dari kalangan akademisi dan pemerhati keamanan pangan. Menu yang menjadi sorotan tersebut diketahui mengandung sajian ikan lele yang disajikan dalam kondisi marinasi mentah.

Insiden ini terjadi di lingkungan SMAN 2 Pamekasan, di mana program penyediaan makanan bergizi gratis tersebut seharusnya menjamin asupan nutrisi yang aman bagi para siswa. Namun, penyajian bahan baku mentah seperti ikan lele menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar kesehatan yang diterapkan.

Pakar dari Universitas Airlangga (Unair) turut angkat bicara mengenai temuan menu kontroversial ini. Mereka menekankan bahwa praktik penyajian makanan mentah, terutama protein hewani, membawa risiko kesehatan yang signifikan bagi konsumen.

Fokus utama kekhawatiran para ahli adalah potensi masuknya patogen berbahaya ke dalam sistem pencernaan siswa jika lele tersebut dikonsumsi tanpa proses pematangan yang memadai. Hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Pakar Unair secara spesifik menyebutkan bahwa kondisi ini sangat mengkhawatirkan apabila sajian tersebut benar-benar dikonsumsi oleh siswa dalam keadaan mentah. Mereka mendesak adanya tinjauan mendalam terhadap seluruh rantai penyediaan makanan sekolah.

"Menyeramkan jika masuk tubuh," merupakan respons tajam yang dilontarkan oleh salah satu pakar Unair saat menanggapi penyajian menu MBG yang mengandung lele marinasi mentah tersebut. Pernyataan ini menggarisbawahi tingkat bahaya yang mereka rasakan.

Lebih lanjut, para pakar tersebut tidak hanya mengkritik menu spesifik tersebut, tetapi juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG secara keseluruhan. Evaluasi ini penting untuk memastikan semua menu memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan nasional.

Dilansir dari berbagai laporan, kasus seperti ini menyoroti perlunya peningkatan pengawasan dan pelatihan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan bergizi gratis di lingkungan sekolah. Keamanan siswa harus menjadi prioritas utama.

Penyajian lele marinasi mentah ini menunjukkan adanya celah dalam proses persiapan bahan makanan di dapur sekolah atau penyedia katering yang bekerja sama dengan institusi pendidikan tersebut. Kesalahan fatal seperti ini tidak boleh terulang kembali.