Jabaronline.com – Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Bandung akhirnya menemukan korban hanyut di aliran Sungai Cihideung dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian (H+3), Rabu (29/4/2026).
Korban bernama Pepen Suherman (57), sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus di wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Korban ditemukan pada pukul 06.45 WIB di aliran Sungai Nagrak, Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, dengan jarak sekitar 5,25 kilometer dari lokasi kejadian awal.
Ketua tim rescue Basarnas Bandung di lapangan, Rafik, menyampaikan bahwa penemuan korban merupakan hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh tim SAR gabungan.
“Pada hari ketiga operasi SAR, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ini merupakan hasil dari upaya maksimal dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat,” ujar Rafik kepada awak media, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi pada pukul 07.45 WIB dan selanjutnya dilakukan proses identifikasi oleh pihak keluarga, yang memastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang selama ini dicari.
“Setelah dievakuasi dan divalidasi oleh keluarga, korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR gabungan resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian melaksanakan debriefing pada pukul 09.20 WIB sebelum kembali ke satuan masing-masing.
Operasi pencarian ini melibatkan sedikitnya 52 personel dari berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Bandung, TNI-Polri, Satpol PP, relawan, serta masyarakat setempat.
