JABARONLINE.COM - Sebanyak 42 siswa SMA Negeri 4 Pinrang secara resmi dikukuhkan sebagai penghafal Juz 30 Al-Qur’an pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam sebuah acara silaturahmi dan buka bersama yang digelar di panggung apresiasi sekolah pada pukul 16.00 WITA.
Acara yang tahun sebelumnya hanya dilaksanakan secara sederhana di musala sekolah, kini berkembang menjadi lebih besar. Peningkatan skala ini terlihat dari banyaknya alumni, pejabat daerah, serta ratusan murid dan orang tua siswa yang turut hadir memeriahkan momen tersebut.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Pinrang beserta jajarannya, perwakilan Forkopimca Kecamatan Suppa, Kepala SMA 4 Pinrang, serta para orang tua murid. Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan dukungan kuat terhadap inisiatif keagamaan di sekolah tersebut.
Baharuddin Iskandar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII (mencakup Pinrang, Parepare, Barru), menyambut baik perkembangan positif ini. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas lonjakan prestasi para siswa di bidang hafalan Al-Qur’an.
"Kita sangat bangga, karena tahun sebelumnya hanya sekitar 12 orang yang bisa menghafal, kini jumlahnya meningkat signifikan menjadi 42 orang dengan 28 orang lagi yang akan menyusul setelah menyelesaikan tahap pembelajaran akhir," ujar Baharuddin Iskandar dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa program mengaji intensif ini merupakan bagian integral dari gerakan pendidikan karakter yang digalakkan oleh pemerintah provinsi. Program ini bertujuan meningkatkan kecintaan generasi muda pada nilai-nilai agama dan budaya setempat.
"Kita tidak hanya fokus pada prestasi akademik, namun juga pada pembentukan pribadi yang berkualitas dan berakhlak mulia," jelas Baharuddin Iskandar lebih lanjut mengenai tujuan program tersebut.
Kepala SMA 4 Pinrang, Ida Rahma, menjelaskan bahwa capaian luar biasa ini merupakan hasil sinergi antara berbagai pihak. Dukungan dari guru agama dan pelaksanaan program unggulan sangat berperan dalam kesuksesan ini.
"Program ini telah berhasil setelah anak didik dikarantina selama sepekan dan menguatkan hasil integrasikan jadwal pembelajaran sesi rutin setiap hari. Kami juga mendapatkan dukungan dari komite dan alumni yang menyediakan fasilitas dan penghargaan bagi peserta yang berhasil menyelesaikan hafalan," papar Ida Rahma.
