JABARONLINE.COM - Di tengah pusaran gejolak geopolitik yang kian kompleks dan ketidakpastian global yang melanda berbagai belahan bumi, negara-negara Muslim kini muncul dengan kekuatan baru melalui jalur diplomasi kemanusiaan yang progresif. Fenomena ini bukanlah sekadar manuver politik luar negeri yang bersifat transaksional atau pencitraan di panggung internasional, melainkan sebuah manifestasi mendalam dari tanggung jawab moral yang berakar kuat dalam sanubari ajaran Islam. Setiap derap langkah diplomasi yang diambil merupakan cerminan dari kesadaran kolektif umat untuk menghadirkan solusi nyata bagi penderitaan sesama manusia tanpa memandang batas geografis.

Prinsip dasar dari gerakan diplomasi ini berpijak pada perintah Allah SWT untuk senantiasa bersinergi dalam menebar manfaat dan kebaikan di muka bumi. Islam mengajarkan bahwa keberadaan seorang Muslim haruslah memberikan dampak positif bagi lingkungannya, terutama dalam membantu mereka yang sedang tertindas atau mengalami kesulitan hidup. Allah SWT telah menegaskan pentingnya kolaborasi dalam kebajikan ini melalui firman-Nya yang mulia:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Terjemahan: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya." (QS. Al-Ma'idah: 2)

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, terus konsisten berada di barisan terdepan dalam menyuarakan hak-hak kemanusiaan bagi bangsa-bangsa yang tertindas. Peran aktif Indonesia dalam diplomasi ini mencakup berbagai spektrum, mulai dari bantuan logistik darurat hingga upaya mediasi perdamaian yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan karena Indonesia memahami bahwa persaudaraan antar sesama Muslim adalah ikatan yang sangat suci dan tidak boleh terputus oleh kepentingan politik sesaat, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)

Keberhasilan diplomasi ini juga sangat bergantung pada keikhlasan dan profesionalisme para aktivis kemanusiaan yang terjun langsung ke lapangan. Mereka bekerja bukan untuk mencari pujian, melainkan untuk meraih ridha Allah SWT dengan meringankan beban penderitaan saudara-saudara mereka. Semangat ini sejalan dengan janji Rasulullah SAW mengenai besarnya pahala dan pertolongan Allah bagi siapa saja yang bersedia membantu kesulitan orang lain, sebagaimana disebutkan dalam hadits panjang berikut:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Terjemahan: "Barangsiapa yang meringankan satu kesusahan dunia seorang mukmin, maka Allah akan meringankan satu kesusahan di hari kiamat darinya. Barangsiapa yang memudahkan orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim)

Sebagai penutup, marilah kita terus mendukung setiap upaya diplomasi kemanusiaan ini dengan doa dan kontribusi terbaik yang kita miliki. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan perlindungan kepada para pejuang kemanusiaan di seluruh dunia. Kita memohon agar persatuan umat Islam semakin kokoh sehingga mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan keadilan dan perdamaian abadi di muka bumi yang kita cintai ini. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ. "Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Muhammad, Ya Allah berikanlah jalan keluar (dari kesulitan) bagi umat Muhammad, Ya Allah sayangilah umat Muhammad." Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Sumber: Muslimchannel

https://muslimchannel.id/post/diplomasi-kemanusiaan-dunia-islam-wujud-nyata-ukhuwah-di-tengah-krisis-global