JABARONLINE.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan pesan penting kepada para peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP atau sederajat. Pesan ini disampaikan saat kunjungannya di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang.
Fokus utama dari kunjungan tersebut adalah memastikan kelancaran dan integritas pelaksanaan TKA di tingkat pendidikan menengah pertama. Hal ini menjadi sorotan nasional mengingat pentingnya hasil tes dalam menentukan jenjang pendidikan selanjutnya.
Pesan mendasar yang ditekankan oleh Mendikdasmen adalah pentingnya nilai kejujuran bagi setiap siswa yang mengikuti tes tersebut. Integritas dalam mengerjakan soal menjadi landasan utama yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta.
"Ya, yang pertama tentu kami berpesan kepada para murid untuk melaksanakan tes TKA ini dengan jujur, melaksanakan dengan gembira, tidak perlu takut, dan juga jangan ditakut-takuti," kata Mu'ti, menegaskan pentingnya suasana ujian yang kondusif dan bebas tekanan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Mendikdasmen saat berada di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada hari Senin, 6 April 2026. Lokasi ini menjadi salah satu titik pemantauan pelaksanaan TKA.
Selain aspek kejujuran, Menteri Mu'ti juga memberikan peringatan keras terkait potensi siswa yang mencoba mencari perhatian publik melalui media sosial selama ujian berlangsung. Ia menekankan agar fokus tetap pada pengerjaan soal.
Peringatan ini muncul setelah adanya pengalaman kurang menyenangkan dalam pelaksanaan TKA untuk jenjang SMA sebelumnya. Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara di semua tingkatan.
Mendikdasmen secara spesifik merujuk pada insiden di jenjang SMA, di mana diketahui ada peserta yang sempat melakukan siaran langsung (live TikTok) saat proses ujian sedang berjalan. Hal ini dianggap mengganggu integritas akademik.
"Ia berkaca pada kasus TKA jenjang SMA, di mana ada siswa yang melalukan live TikTok selama ujian," demikian penekanan yang disampaikan oleh Mendikdasmen untuk mencegah terulangnya hal serupa pada TKA SMP.
