JABARONLINE.COM - Aktivitas bepergian, baik untuk keperluan pribadi maupun pekerjaan, merupakan bagian tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari yang memerlukan persiapan khusus, terutama dari sisi spiritual. Umat Islam sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa sebelum memulai perjalanan sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Tindakan memohon perlindungan ini bertujuan agar setiap fase perjalanan diberikan keamanan, kelancaran, serta keberkahan dari awal hingga akhir keberangkatan. Praktik ini juga berfungsi sebagai pengingat fundamental bahwa segala upaya manusia tetap berada di bawah kuasa dan kehendak Ilahi.
Dilansir dari Detikcom, praktik berdoa sebelum berkendara memiliki fungsi penting dalam menenangkan hati dan menjaga spiritualitas para pelancong dari berbagai risiko tak terduga selama dalam perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga spiritual.
Menurut rujukan dalam buku "Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam" karya Anshari Taslim, Nabi Muhammad SAW secara konsisten mengamalkan pembacaan doa saat hendak melakukan perjalanan. Praktik ini dilakukan tanpa memandang jenis transportasi yang digunakan, baik darat maupun air.
Amalan sunah ini mencakup berbagai moda transportasi modern yang lazim digunakan saat ini, mulai dari mobil, kapal, hingga pesawat terbang. Berikut adalah salah satu lafal doa yang umum dibaca saat memulai perjalanan menggunakan kendaraan: "Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim," yang berarti permohonan agar perjalanan lancar dan pengakuan atas rahmat Tuhan.
Terdapat pula doa spesifik yang diucapkan ketika menaiki kendaraan darat atau udara, seperti: "Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun," yang merupakan ungkapan syukur karena Allah telah menundukkan kendaraan tersebut untuk dikuasai manusia.
Keutamaan meneladani Rasulullah SAW dalam berdoa saat berkendara sangatlah besar, tidak hanya mendatangkan perlindungan, tetapi juga meningkatkan potensi doa tersebut dikabulkan. Hal ini dikarenakan doa seorang musafir dikenal memiliki kedudukan yang sangat mustajab di sisi Allah SWT.
Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi dalam "Kitab Minhajul Muslim" mengutip sebuah hadis sahih mengenai keistimewaan doa seorang musafir. Beliau menyampaikan, "Tiga doa yang dikabulkan dan tidak perlu disangsikan lagi adalah doa orang yang dizalimi, doa musafir (orang yang dalam perjalanan), dan kutukan orangtua terhadap anaknya," (HR Ahmad).
Setelah sampai di tujuan dengan selamat, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan rasa syukur sebagai bentuk pengakuan bahwa keselamatan tersebut adalah karunia semata dari Allah SWT. Doa setelah sampai tujuan yang dapat dibaca adalah: "Alhamdulillahil-ladzii salamanii wal-ladzii aawanii wal-ladzii jama'as-syamlabii," sebagai rasa terima kasih atas perlindungan dan pertemuan kembali dengan keluarga.
