JABARONLINE.COM - Di era disrupsi informasi saat ini, wajah dakwah Islam mengalami transformasi radikal dari ruang-ruang fisik menuju jagat maya yang tak bertepi. Generasi Z, sebagai penduduk asli digital, menjadikan media sosial sebagai rujukan utama dalam mencari identitas diri dan pemahaman spiritual. Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, tersimpan tantangan besar berupa pendangkalan makna yang mengancam substansi ajaran agama yang sesungguhnya jika tidak disikapi dengan kebijaksanaan.

Penting bagi setiap Muslim untuk memiliki sikap kritis dan tidak terburu-buru dalam menyerap informasi keagamaan yang bertebaran di linimasa. Allah SWT telah memperingatkan hamba-Nya agar tidak mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu yang kuat dan validitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual maupun spiritual. Hal ini menjadi fondasi utama agar kita tidak tersesat dalam labirin algoritma yang sering kali hanya menyuguhkan apa yang kita sukai, bukan apa yang benar menurut timbangan syariat.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Terjemahan: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al-Isra: 36)

Sumber: Muslimchannel

https://muslimchannel.id/post/menavigasi-kedalaman-iman-di-tengah-arus-algoritma-dan-pendangkalan-spiritual-digital