JABARONLINE.COM, Jakarta, – Ferry Juliantono menegaskan komitmen Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam menghidupkan perekonomian kerakyatan di desa dan kelurahan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Hal tersebut disampaikan Menkop saat menjadi pembicara dalam acara Ramadan Leadership yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bertajuk
“Spiritualitas, Intelektualitas, dan Kepemimpinan Strategis untuk Indonesia Berkemajuan dan Berkeadaban” di Gedung Widya Graha, Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dalam forum tersebut, Menkop didampingi Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi Ekosistem Koperasi Wahyono Suparno serta Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman. Acara ini juga dihadiri ratusan peserta serta para tokoh dan pengurus ICMI.
Turut hadir sebagai pembicara antara lain Prof. Jimly Asshiddiqie selaku Ketua Dewan Pembina ICMI, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, serta Kepala Pusat Riset Hukum BRIN Nawawi.
Koperasi Jadi Hub Ekonomi Desa
Ferry menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi instrumen untuk menegakkan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan.
“Artinya, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi alat untuk menegakkan keadilan sosial dan memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai hub ekonomi lokal yang menyerap hasil produksi anggota, mengelola distribusi, serta menjalankan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk desa.
