JABARONLINE.COM - Pendaftaran peserta didik baru untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Baru menunjukkan angka yang belum sepadan dengan ekspektasi pemerintah. Sekolah yang didirikan dengan fokus khusus ini baru berhasil mengumpulkan sekitar 3.000 pendaftar.
Angka 3.000 pendaftar tersebut merupakan total akumulasi untuk empat sekolah unggulan yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Jumlah ini kemudian dinilai sebagai indikasi bahwa minat masyarakat masih tergolong sepi.
SMA Unggul Garuda Baru sendiri merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk menguatkan sumber daya manusia di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Mathematics (STEM). Konsep pendidikannya menekankan pada sistem asrama terpadu untuk memaksimalkan proses pembelajaran.
Fasilitas pendukung di sekolah ini juga disiapkan secara komprehensif untuk menunjang kurikulum STEM yang diterapkan. Selain itu, salah satu daya tarik utama sekolah ini adalah kebijakan bebas biaya pendidikan atau gratis bagi seluruh siswa yang diterima.
Menanggapi perolehan jumlah pendaftar tersebut, pihak Kemendiktisaintek memberikan pandangan terbuka mengenai capaian saat ini. Mereka mengakui bahwa jumlah peminat yang masuk belum memenuhi target yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Pendaftar untuk SMA Unggul Garuda Baru belum sesuai harapan," ujar perwakilan Kemendiktisaintek. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa ada evaluasi internal terkait daya tarik sekolah unggulan tersebut.
Dilansir dari informasi yang tersedia, fokus pada STEM dan sistem asrama gratis ini seharusnya menjadi magnet kuat bagi calon siswa berprestasi. Namun, realita menunjukkan bahwa sosialisasi atau persepsi publik mungkin masih perlu ditingkatkan.
Pihak Kemendiktisaintek kemungkinan akan melakukan kajian lebih lanjut mengenai strategi penerimaan dan promosi sekolah unggulan tersebut ke depannya. Hal ini penting agar investasi yang ditanamkan pada sekolah berbasis teknologi ini dapat memberikan hasil maksimal.
Rendahnya minat ini menjadi catatan penting bagi Kemendiktisaintek dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas program pembangunan sekolah unggulan di masa mendatang. Evaluasi menyeluruh diharapkan segera dilakukan.
