Kilasberita.id, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong serangkaian program strategis dan terpadu untuk mempercepat pemulihan UMKM yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemulihan tersebut dinilai krusial untuk menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat pascabencana.
“Pemulihan UMKM pascabencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Pendekatannya harus terpadu, menghubungkan kembali sisi produksi atau supply dan sisi permintaan atau demand secara bersamaan,” ujar Menteri Maman usai mengikuti Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Jakarta, Kamis (15/01/2026).
Dari sisi supply, Kementerian UMKM mendorong agar UMKM terdampak segera diaktifkan kembali melalui berbagai skema penyelamatan usaha.
Langkah tersebut meliputi restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi pelaku UMKM yang memiliki pinjaman di perbankan, mulai dari penundaan pembayaran cicilan hingga penghapusan utang bagi usaha yang terdampak paling berat.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema top-up atau tambahan modal kerja dengan bunga nol persen pada tahun pertama. Pada tahun kedua, bunga akan diberlakukan secara ringan di kisaran 2–3 persen guna menjaga keberlanjutan usaha.
Bagi kelompok UMKM ultramikro yang belum tersentuh layanan perbankan, Menteri Maman mengusulkan pemberian Bantuan Presiden untuk Rehabilitasi dan Pemulihan Usaha Mikro.
Bantuan tersebut akan disalurkan dalam bentuk dana langsung yang dapat digunakan untuk membeli peralatan produksi yang rusak akibat bencana.
“Dengan bantuan ini, UMKM bukan hanya dapat memulai kembali usahanya, tetapi juga memiliki daya beli. Supply dan demand bisa kembali bergerak secara seimbang,” katanya.
.png)
.png)
.png)
