JABARONLINE.COM - Houston Rockets saat ini berada dalam posisi tertinggal 3-1 dari Los Angeles Lakers dalam seri pertandingan babak pertama playoff. Meskipun menghadapi defisit besar tersebut, pemain forward Rockets, Jabari Smith Jr., menunjukkan keyakinan tinggi terhadap skuadnya.

Kepercayaan diri memang merupakan elemen penting dalam olahraga kompetitif, namun Smith Jr. memilih untuk menyuarakan keyakinannya tersebut secara terbuka kepada publik. Keputusan ini berpotensi memberikan motivasi tambahan, atau yang dikenal sebagai 'bulletin board material', bagi tim lawan menjelang pertandingan krusial berikutnya.

Pernyataan tegas Smith Jr. disampaikan dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada hari Selasa, menjelang digelarnya Game 5 seri tersebut. Hal ini langsung menjadi sorotan utama media olahraga saat ini.

"Saya merasa kami jelas adalah tim yang lebih baik," ujar Smith saat berbicara jelang Game 5. "Saya merasa bahwa secara keseluruhan, dari atas ke bawah, kami lebih unggul... Anda bisa saja menyebut itu opini, dan saya memang bias, tapi saya merasa kami adalah tim yang lebih baik," tegas Jabari Smith Jr.

Terlepas dari pernyataan berani tersebut, performa Smith Jr. dalam seri ini sebenarnya cukup menjanjikan, meski sempat diwarnai satu turnover konyol dan pelanggaran fatal di akhir Game 3. Ia rata-rata mencetak 18,5 poin per game, dengan catatan 14 dari 36 tembakan tiga angka (38,9%), lebih baik dari rata-rata musim regulernya.

Namun, menyatakan diri sebagai tim yang "jelas lebih baik" saat sudah tertinggal 3-1 dianggap sebagai pilihan pengambilan risiko yang kurang bijak. Seharusnya, keyakinan semacam itu bisa disimpan secara internal di dalam tim saja, bukan diumumkan ke publik luas.

Dikutip dari sumber berita, keputusan Smith ini bisa saja membuat pelatih kepala Rockets, Ime Udoka, menggelengkan kepala. Menariknya, Udoka sendiri juga dikenal bukan merupakan narasumber yang selalu memberikan jawaban paling hati-hati saat diwawancarai media.

Diskusi mengenai klaim "tim yang lebih baik" ini menjadi menarik mengingat kondisi roster kedua tim yang sedikit terpengaruh cedera selama seri ini berlangsung. Lakers kehilangan dua penyerang andalan mereka, sementara Houston juga tanpa opsi mencetak angka utama mereka untuk sebagian besar pertandingan.

Secara spesifik, Lakers mulai merasakan dampak absennya playmaker utama mereka pada Game 4, yang menyebabkan masalah turnover akut dan menggagalkan upaya mereka untuk menyapu bersih seri tersebut. Sebaliknya, Houston justru terlihat lebih solid ketika Kevin Durant tidak bermain, menunjukkan bahwa mereka tampil lebih sulit dikalahkan tanpa Durant yang bermain di bawah kondisi fisik prima.