Cibinong – Nama PT Baraya menjadi sorotan publik menyusul polemik parkiran di RSUD Cibinong yang sebelumnya viral di media sosial. Sorotan ini kembali menguat setelah muncul video lanjutan dari pengunggah awal melalui akun Instagram @sahatj0607.
Dalam video tersebut, pengunggah menyampaikan keberatan terhadap tindakan pihak yang diduga terkait PT Baraya. Ia menilai ada upaya pencitraan seolah-olah telah terjadi permintaan maaf kepada dirinya, namun justru melibatkan orang tuanya tanpa persetujuan.
Pengunggah menegaskan bahwa ayahnya keberatan atas kedatangan pihak tersebut. Bahkan, ia menyebut pihak yang bersangkutan tetap mendatangi rumah orang tuanya tanpa izin, saat dirinya tidak berada di lokasi.
“Jangan gunakan orang tua saya sebagai bahan pencitraan Anda,” tegasnya dalam video.
Ia juga mempertanyakan bagaimana pihak tersebut memperoleh alamat rumahnya tanpa pernah melakukan komunikasi sebelumnya. Menurutnya, tindakan tersebut telah melanggar etika serta privasi keluarga.
Pengunggah menjelaskan bahwa video awal yang ia unggah terkait parkiran di RSUD Cibinong tidak memiliki tujuan lain selain mengungkap kejadian yang dialaminya. Namun, video tersebut justru viral dan memicu perhatian luas masyarakat.
Lebih lanjut, ia meminta agar pihak PT Baraya memberikan klarifikasi secara langsung kepadanya, bukan melalui keluarga.
“Jika memang ingin berdiskusi, silakan hubungi saya,” ujarnya.
Kasus ini kini tidak hanya berkutat pada dugaan tarif parkir yang menjadi keluhan awal, tetapi juga berkembang menjadi isu etika, privasi, serta transparansi pihak pengelola.
