Jabaronline.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna menyoroti empat persoalan utama yang dinilai menjadi tantangan krusial bagi daerahnya, yakni banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung di Soreang, Senin (20/4/2026).

Dalam forum yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Dadang menegaskan bahwa penanganan persoalan tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pemerintah kabupaten semata.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Dadang dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah di kawasan Bandung Raya. Menurutnya, pemekaran wilayah dari Kabupaten Bandung menjadi Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat menuntut adanya koordinasi kembali antar kepala daerah.

Dadang bahkan mendorong Gubernur Jawa Barat untuk menginisiasi forum bersama guna merumuskan solusi terpadu terhadap empat isu tersebut.

“Kami siap berkolaborasi, termasuk dalam hal dukungan anggaran untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Salah satu isu yang disorot adalah persoalan sampah. Pemkab Bandung mencatat produksi sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, menjadikannya sebagai masalah mendesak yang membutuhkan penanganan sistematis.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk penanganan sampah yang ditargetkan mulai berjalan efektif pada tahun depan.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Bandung mendorong pengelolaan sampah berbasis desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta optimalisasi fasilitas TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle).