JABARONLINE.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam penanganan banjir dan penguatan penghijauan wilayah. Komitmen ini disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, pada Selasa (13/1).

Dalam agenda tersebut, Bupati Rudy Susmanto mengumumkan kebijakan strategis baru terkait tata ruang dan lingkungan. Mulai tahun 2026, Pemkab Bogor menargetkan minimal satu kecamatan memiliki satu hektare hutan kota. Selain itu, di tingkat desa dan kelurahan, Pemkab juga menyiapkan aset dengan luas minimal 1.000 meter persegi untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

“Kami tidak hanya fokus pada normalisasi setu dan sungai, tetapi juga pada kebijakan tata ruang dan penghijauan wilayah,” ungkap Rudy.

Sejumlah program penghijauan telah berjalan di berbagai titik, antara lain di ruas Jalan Tengah Bojonggede–Kemang, kawasan Citeureup seluas 48 hektare, wilayah selatan eks HGU Pancawati dan PTPN seluas 36 hektare, serta kawasan sekitar Stadion Pakansari.

Fokus Penanganan Banjir di Ciriung

Iklan Setalah Paragraf ke 5

Musrenbang Kelurahan Ciriung menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dari 15 Rukun Warga (RW) yang ada di kelurahan tersebut, terdapat tiga RW yang masih membutuhkan penanganan banjir mendesak.

Secara spesifik, wilayah terdampak banjir yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah adalah dua RW, yakni RW 1 dan RW 2 di sekitar Jalan Mayor Oking, mulai dari depan ITC Cibinong hingga kawasan Anggada. Upaya penanganan yang direncanakan meliputi normalisasi saluran air lingkungan serta penanganan penyumbatan di beberapa titik.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan normalisasi sungai yang kewenangannya berada di Balai Wilayah Sungai (BWS) dan PSDA, yang akan dikoordinasikan oleh Pemkab Bogor. Salah satu rencana yang ditekankan adalah normalisasi Sungai Peugeot.

Menanggapi keberadaan bangunan di sempadan sungai, Rudy Susmanto menekankan bahwa penataan kawasan bantaran sungai akan mengedepankan pendekatan musyawarah dan dialog dengan tokoh masyarakat.