JABARONLINE.COM - Persiapan matang untuk perhelatan akbar Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan tahun 2026 terus digenjot oleh panitia pelaksana. Langkah strategis diambil melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan secara virtual.
Rapat koordinasi daring ini digelar pada hari Senin sore, 13 April 2026, yang menjadi wadah pertemuan antara pengurus PGRI tingkat provinsi dan kabupaten. Pertemuan ini difokuskan untuk menyelaraskan berbagai aspek krusial menjelang pelaksanaan acara.
Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi, termasuk Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum, serta Ketua PGRI Sidrap, Nur Kanaah. Turut hadir pula Sekretaris PGRI Sidrap, Drs. Muslimin, bersama anggota panitia lainnya.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah sinkronisasi persiapan di berbagai lini kegiatan yang akan dipertandingkan. Berbagai agenda penting telah dibahas secara mendalam oleh seluruh peserta rapat.
Agenda pembahasan meliputi penyusunan panduan resmi untuk kontingen peserta, kesiapan teknis pelaksanaan setiap cabang lomba, serta estimasi akurat mengenai jumlah total peserta yang diharapkan hadir. Selain itu, dibahas juga kesiapan venue pertandingan dan mekanisme koordinasi antara panitia pusat dan daerah.
Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Hasnawi, menekankan bahwa keberhasilan acara berskala besar ini sangat bergantung pada komunikasi yang efektif. "Kegiatan ini berskala besar, sehingga dibutuhkan komunikasi intensif dan sinergi dari seluruh pihak," ujar beliau.
Sementara itu, Ketua PGRI Sidrap, Nur Kanaah, menegaskan kesiapan penuh dari Kabupaten Sidrap untuk menjalankan mandat sebagai tuan rumah. Ia menjamin bahwa persiapan telah dilakukan secara komprehensif demi kenyamanan ribuan peserta.
"Kami di Sidrap siap menjadi tuan rumah yang baik. Semua elemen terus bergerak untuk memastikan kegiatan ini berjalan lancar dan sukses," tegas Nur Kanaah.
Sekretaris PGRI Sidrap, Drs. Muslimin, menyoroti pentingnya detail teknis yang harus dipahami oleh semua pihak di lapangan. Koordinasi yang solid dinilai krusial untuk mengantisipasi lonjakan peserta yang mungkin terjadi.
