JABARONLINE.COM - Proses penerimaan peserta didik baru untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Jakarta mulai memasuki fase pembukaan pendaftaran. Salah satu institusi yang menjadi sorotan adalah SMA LIA Jakarta, yang secara khusus memprioritaskan penguasaan bahasa asing dalam kurikulumnya.

Fokus utama SMA LIA Jakarta dalam proses seleksi kali ini adalah membekali para siswa dengan kemampuan multibahasa yang kuat. Hal ini dipandang sebagai fondasi penting bagi lulusan untuk bersaing dan beradaptasi di era globalisasi saat ini.

Sekolah ini berada di bawah naungan resmi Yayasan LIA, sebuah yayasan yang memiliki rekam jejak dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Kurikulum yang diterapkan dirancang secara cermat melalui kolaborasi multidisiplin.

Pengembangan kurikulum tersebut melibatkan sinergi antara akademisi terkemuka dan praktisi pendidikan yang berpengalaman di lapangan. Tujuannya adalah menciptakan materi ajar yang relevan dan aplikatif bagi kebutuhan masa depan siswa.

Beberapa tokoh penting turut andil dalam perumusan visi dan misi pendidikan di SMA LIA Jakarta tersebut. Keterlibatan para ahli ini menunjukkan keseriusan yayasan dalam meningkatkan kualitas lulusan.

"Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Jakarta sekaligus Ketua Yayasan LIA, Prof Dr Ilza Mayuni, MA, turut berkontribusi dalam pengembangan program ini," ujar salah satu perwakilan sekolah.

Selain itu, peran tokoh penting lainnya juga terlihat dalam struktur kepengurusan yayasan. Salah satu kontributor penting lainnya adalah sosok dari institusi penegak hukum.

"Pembina Yayasan LIA, Komjen Pol. (Purn) Dr Ito Sumardi, juga memberikan panduan dalam tata kelola pendidikan di sekolah ini," kata sumber tersebut.

Inovasi kurikulum juga menyentuh aspek keberlanjutan dan kepedulian sosial. Hal ini terlihat dari keterlibatan tokoh yang fokus pada isu lingkungan hidup.