JABARONLINE.COM - Keluarga besar SMAN 8 Pinrang kembali menunjukkan semangat kepedulian sosial yang tinggi melalui aksi nyata mereka di tengah musibah yang menimpa warga. Aksi solidaritas ini diwujudkan dengan menyalurkan bantuan langsung kepada korban kebakaran yang terjadi di wilayah Buttu Sappa.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Senin, 30 Maret 2026, dan meninggalkan kerugian materiil yang signifikan bagi salah satu warganya. Kebakaran hebat tersebut diperkirakan menimbulkan total kerugian yang mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp120 juta.
Korban yang terdampak langsung dari musibah kebakaran tersebut adalah seorang warga bernama Subaedah, yang rumahnya ludes dilalap api. Meskipun kerugian harta benda sangat besar, patut disyukuri bahwa dalam insiden tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa.
Bantuan yang berhasil dikumpulkan merupakan hasil gotong royong dari seluruh komponen SMAN 8 Pinrang. Sumbangan tersebut berasal dari para guru, staf pengajar, seluruh murid, serta organisasi yang ada di lingkungan sekolah.
Total dana yang berhasil dihimpun dari berbagai pihak di sekolah tersebut terkumpul sejumlah Rp5.000.000. Jumlah ini menjadi wujud nyata simpati dan empati kolektif dari komunitas sekolah terhadap sesama yang sedang berduka.
Kepala SMAN 8 Pinrang, Handia Asyik, S.Pd., M.Pd., secara resmi menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa Ibu Subaedah. Beliau berharap santunan ini dapat memberikan sedikit keringanan di masa sulit tersebut.
Mengenai penyaluran bantuan tersebut, Kepala Sekolah didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas dan Kesiswaan. Selain itu, sejumlah guru, staf, serta perwakilan ketua organisasi sekolah turut hadir sebagai simbol kebersamaan keluarga besar SMAN 8 Pinrang.
Kepala SMAN 8 Pinrang menyampaikan harapan tulus saat penyerahan bantuan tersebut. "Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat membantu dan meringankan beban Ibu Subaedah," ujar Handia Asyik, S.Pd., M.Pd.
Sementara itu, Subaedah selaku korban mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas kehilangan harta benda yang dialaminya akibat kobaran api. Ia menceritakan bahwa seluruh hartanya telah musnah tak bersisa dalam insiden tersebut.
