JABARONLINE.COM - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj, menyuarakan dukungan kuat terhadap usulan revisi Undang-Undang Narkotika. Dukungan ini secara spesifik ditujukan pada mekanisme perampasan aset para bandar narkoba.

Langkah ini dianggap sangat krusial dalam upaya memutus urat nadi kekuatan finansial sindikat kejahatan narkotika di Indonesia. Selama ini, pemberantasan narkoba dinilai belum tuntas karena fokus yang kurang pada aspek ekonomi kejahatan.

Saat ini, proses pembahasan revisi Undang-Undang Narkotika sedang digodok intensif oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Fokus utama dalam perumusan RUU tersebut adalah memperkuat strategi pemberantasan jaringan gelap barang haram tersebut.

"Langkah [perampasan aset] ini dinilai krusial untuk melumpuhkan kekuatan finansial sindikat narkoba yang selama ini sulit diberantas secara tuntas," ujar Said Aqil Siroj mengenai pentingnya kebijakan baru tersebut.

Pemerintah dan legislatif berharap kebijakan yang diperkuat ini dapat menjadi instrumen hukum yang jauh lebih efektif. Tujuannya adalah memutus mata rantai peredaran narkoba yang terus meresahkan masyarakat Indonesia.

Said Aqil meyakini bahwa dengan melumpuhkan sumber pendanaan mereka, peredaran narkotika akan mengalami penurunan signifikan. Hal ini merupakan pendekatan yang lebih strategis ketimbang hanya fokus pada penangkapan kurir atau pengedar tingkat bawah.

Dilansir dari BisnisMarket.com, dukungan dari tokoh agama dan masyarakat sipil seperti Said Aqil memberikan bobot penting bagi percepatan pengesahan RUU Narkotika tersebut. Hal ini menunjukkan adanya konsensus luas mengenai arah kebijakan penegakan hukum narkoba ke depan.

Penguatan dasar hukum penyitaan aset juga diharapkan dapat menciptakan efek gentar (deterrent effect) yang lebih kuat. Para aktor utama dalam jaringan narkoba akan berpikir ulang untuk melanjutkan aktivitas ilegal mereka jika aset hasil kejahatan mereka terancam disita negara.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bisnismarket. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.