JABARONLINE.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bersama PGRI Sulawesi Selatan berupaya memperkuat karakter bangsa melalui Sosialisasi Empat Pilar Berbasis Komunitas. Acara yang digelar di Hotel Dalton Makassar pada Kamis (16/4/2026) ini bertujuan memberikan solusi praktis bagi tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan arus globalisasi.
Kegiatan strategis ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah sebagai narasumber, di antaranya Ir. Dwita Ria Gunadi, Syaiful Nuri, Andi Muzakkir Aqil, serta Dr. Agus Teras Narang. Sebanyak 300 peserta yang didominasi oleh guru dan komunitas pendidikan hadir untuk mendalami materi kebangsaan tersebut secara mendalam.
"Para guru PGRI Provinsi Sulsel harus menjadi garda terdepan dalam membumikan empat pilar MPR RI kepada peserta didik di ruang kelas," ujar Ir. Abraham Liyanto selaku Ketua Badan Sosialisasi MPR RI dalam sambutannya.
Pemahaman yang komprehensif mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dianggap sebagai fondasi utama untuk menjaga jati diri generasi muda. Nilai-nilai ini diharapkan tidak hanya menjadi teori di buku pelajaran, tetapi juga diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah.
Guna menarik minat siswa, sosialisasi ini menawarkan berbagai metode kreatif seperti diskusi kelompok, seminar, hingga pertunjukan seni. Dilansir dari keterangan resmi kegiatan, pendekatan inovatif seperti lomba cerdas cermat (LCC) juga disiapkan untuk memotivasi pelajar dan mahasiswa di tingkat yang lebih luas.
MPR RI bahkan berencana memperluas jangkauan edukasi ini dengan menggandeng Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan kompetisi tingkat SMA dan perguruan tinggi. Program tersebut dirancang mencakup pemberian beasiswa pendidikan lanjutan sebagai bentuk apresiasi nyata bagi siswa yang berprestasi.
"PGRI akan terus berkomitmen mencerdaskan anak bangsa. Ini adalah perjuangan yang tidak akan pernah luntur," tegas Prof. Dr. H. Hasnawi Haris, M.Hum selaku Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak lepas dari dukungan terhadap kesejahteraan para pendidik di lapangan. "Peran legislatif sangat dibutuhkan untuk mengawal kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan," kata beliau menambahkan.
Sebagai langkah tindak lanjut, hasil dari sosialisasi ini diharapkan dapat terintegrasi secara sistematis ke dalam kurikulum pendidikan di berbagai jenjang. Hal ini menjadi solusi nyata dalam menciptakan ekosistem sekolah yang kuat dan berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
