JABARONLINE.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas mendorong percepatan program hilirisasi industri di Tanah Air. Langkah strategis ini dipandang sebagai upaya fundamental untuk menguasai dan mengelola kekayaan sumber daya alam demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Percepatan hilirisasi ini mencakup cakupan sektor yang luas, mulai dari sektor energi, pengolahan mineral, hingga sektor pertanian. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam memperkuat struktur fundamental ekonomi nasional agar lebih tangguh.
Peristiwa ini terjadi saat Presiden menghadiri acara peresmian atau Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II yang diselenggarakan di area Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, pada hari Rabu.
Kepala Negara menekankan bahwa penguasaan penuh terhadap sumber daya alam yang dimiliki bangsa merupakan prasyarat mutlak bagi suatu negara yang bercita-cita mencapai kemandirian dan kedaulatan sejati di mata dunia.
Presiden mengingatkan bahwa catatan sejarah menunjukkan betapa besar kekayaan alam Indonesia yang kerap menjadi objek incaran dan rebutan dari berbagai kekuatan asing selama periode lampau.
Oleh karena itu, langkah hilirisasi ini dipandang sebagai manifestasi dari keberanian kolektif bangsa Indonesia untuk mengelola kekayaan sendiri sekaligus secara proaktif menghindari jebakan ketergantungan yang merugikan pada pihak-pihak eksternal.
"Kita tidak mau hanya menjual bahan mentah. Kita ingin mengolahnya di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat," kata Prabowo saat menyampaikan sambutan di Cilacap.
Lebih lanjut, Presiden mengaitkan urgensi hilirisasi ini dengan nilai-nilai inti nasionalisme, yang meliputi kecintaan mendalam terhadap tanah air dan persatuan bangsa sebagai fondasi utama bagi kebangkitan Indonesia di masa depan.
"Satu-satunya jalan menuju kebangkitan suatu bangsa adalah nasionalisme dan keberanian menguasai sumber dayanya sendiri," tegas Presiden.
