JABARONLINE.COM - SMAN 8 Pinrang menyelenggarakan rapat dinas penting pada tanggal 9 Maret 2026, yang turut dihadiri oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan serta pengawas sekolah. Pertemuan yang dilaksanakan di ruang guru tersebut bertujuan utama untuk mengevaluasi program sekolah sekaligus merancang strategi penguatan karakter bagi para murid.
Rapat dibuka secara resmi, dilanjutkan dengan penyampaian arahan strategis dari Kepala SMAN 8 Pinrang mengenai fokus prioritas ke depan. Kepala sekolah menekankan beberapa poin krusial yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen warga sekolah.
Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah pembinaan karakter religius siswa melalui program hafalan Juz 30. Selain itu, kepala sekolah juga mendorong peningkatan kepedulian sosial seluruh warga sekolah terkait kegiatan infaq dan zakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Terkait agenda akademik, disampaikan bahwa proses pembelajaran akan dilaksanakan secara daring hingga tanggal 13 Maret 2026. Para pendidik juga diingatkan untuk mempersiapkan diri menyambut Ujian Sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 6 April 2026 mendatang.
"Para guru diimbau untuk membimbing dan mendorong murid agar menghafal Juz 30 sebagai bagian dari pembinaan karakter religius di lingkungan sekolah," ujar Kepala SMAN 8 Pinrang. Hal ini juga diperkuat dengan ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap infaq dan zakat, terutama di bulan suci Ramadan, sebagai wujud kepedulian sosial terhadap sesama.
Pengawas sekolah memberikan penekanan kuat mengenai pentingnya menyelaraskan program sekolah dengan visi Gubernur melalui penguatan administrasi lembaga. Ia juga menyoroti perlunya penanaman karakter religius, ekosistem, dan budaya sekolah yang positif di kalangan peserta didik.
Pengawas juga mengingatkan pentingnya pemantauan rutin terhadap dasbor kinerja yang tercantum dalam Rapor Pendidikan sebagai tolok ukur peningkatan kualitas pendidikan. "Visi Gubernur diharapkan dapat diwujudkan melalui pengelolaan anggaran sekolah yang tepat dan mendukung program pendidikan," tegas pengawas tersebut.
Pengawas juga menekankan perlunya evaluasi program secara berkala serta memastikan tersedianya bukti karya nyata dari setiap implementasi kegiatan yang telah dilaksanakan di sekolah. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan akuntabilitas program.
Dalam sesi diskusi, salah satu perwakilan menyampaikan keprihatinan mengenai fasilitas sekolah. "Pentingnya peningkatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah, khususnya WC murid, agar tetap terjaga kebersihannya," ujar Yahya, S.Ag. Ia juga mengusulkan inisiatif penerapan bahasa asing, khususnya bahasa Arab, di lingkungan sekolah.
