JABARONLINE.COM, Bandung – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Minggu (5/4/2026). Prajurit terbaik dari Grup 2 Kopassus tersebut dimakamkan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya kepada negara.
Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Agus Subiyanto, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam prosesi tersebut, termasuk Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk memberikan penghormatan terakhir.
Isak tangis keluarga dan rekan sejawat pecah saat jenazah almarhum dimasukkan ke liang lahat. Prosesi berlangsung khidmat dengan iringan tembakan salvo ke udara sebagai simbol penghormatan militer tertinggi atas dedikasi almarhum.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik bangsa. Ia menyebut Mayor Zulmi sebagai sosok prajurit yang berdedikasi tinggi selama bertugas di lingkungan Kopassus.
“Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar merupakan salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI dan berdinas di Grup 2 Kopassus,” ujar Agus di hadapan para pelayat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa negara memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengorbanan almarhum. Pemerintah telah menyiapkan berbagai bentuk santunan dan jaminan bagi keluarga yang ditinggalkan sebagai wujud apresiasi atas jasa-jasanya.
Adapun hak yang diberikan meliputi santunan risiko kematian khusus sebesar Rp150 juta, santunan asuransi, serta santunan kematian dari pemerintah yang mencapai Rp1,1 miliar.
Selain itu, negara juga menjamin pendidikan anak-anak almarhum melalui beasiswa sebesar Rp30 juta untuk setiap anak.
Prosesi pemakaman ini menjadi simbol penghormatan terakhir bangsa kepada seorang prajurit yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi negara.(AS/JO).
