JABARONLINE.COM - Uni Emirat Arab (UEA) mengambil langkah drastis dengan memberlakukan regulasi ketat mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) generatif, termasuk platform populer seperti ChatGPT, di lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan utama untuk menjaga integritas akademik siswa, memastikan lingkungan belajar yang aman, serta mempertahankan kedisiplinan di kelas.
Kebijakan komprehensif ini tertuang dalam panduan resmi berjudul '2026 Safe and Responsible Use of Artificial Intelligence in Classrooms'. Panduan tersebut menetapkan batas-batas yang sangat jelas mengenai kapan dan bagaimana teknologi AI boleh digunakan di ruang kelas.
Pihak Kementerian Pendidikan UEA telah menegaskan bahwa setiap penggunaan AI yang melanggar panduan yang telah ditetapkan akan dikenai sanksi tegas sesuai dengan regulasi pendidikan yang berlaku di negara tersebut.
Salah satu pembatasan paling signifikan dan tegas dalam aturan baru ini adalah larangan usia penggunaan AI generatif. Penggunaan teknologi ini secara eksplisit dilarang bagi pelajar yang berusia di bawah 13 tahun, atau yang setara dengan siswa kelas 7.
Keputusan ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk melindungi pelajar usia dini dari potensi risiko negatif, baik yang berkaitan dengan perkembangan akademik maupun pembentukan perilaku mereka. Fokus utama adalah menjaga proses belajar tetap berpusat pada interaksi langsung, kreativitas otentik, dan pengembangan kemampuan berpikir mandiri siswa.
Kementerian Pendidikan UEA menekankan pentingnya objektivitas dalam proses pembelajaran dan evaluasi penilaian yang dilakukan. Mereka menyatakan tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan, khususnya jika siswa menyerahkan karya yang dihasilkan oleh AI sebagai tugas pribadi tanpa mendapatkan otorisasi eksplisit dari guru pengampu. Hal ini sebagaimana disampaikan, dilansir dari Gulf Today, Sabtu (14/2/2026), dikutip dan ditulis Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, penggunaan AI generatif dilarang keras selama pelaksanaan ujian resmi maupun asesmen formal yang memiliki bobot penilaian tinggi bagi siswa. Siswa juga dilarang menyalin atau memparafrasekan luaran AI tanpa menunjukkan pemahaman mendalam mengenai materi pelajaran yang bersangkutan.
Untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan ini, semua institusi pendidikan diminta untuk mengawasi secara ketat agar teknologi AI tidak dimanfaatkan untuk tujuan menipu atau mengakali sistem evaluasi yang sudah ada. Penggunaan AI harus dilakukan di bawah pengawasan langsung dari tenaga pendidik.
Baik guru maupun siswa diwajibkan untuk selalu melakukan verifikasi terhadap akurasi dan relevansi konten yang dihasilkan AI sebelum diintegrasikan ke dalam materi ajar atau tugas sekolah. AI generatif hanya boleh berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai substitusi total bagi peran guru atau upaya intelektual siswa.
