JABARONLINE.COM - Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan elemen krusial dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna menjembatani kesenjangan antara lulusan dan tuntutan dunia industri. Pelaksanaan UKK di SMK Negeri 3 Soppeng pada tahun pelajaran 2025/2026 ini berlangsung selama empat hari penuh, didahului dengan sesi Pra UKK.
Tujuan utama penyelenggaraan UKK ini adalah mengukur secara akurat pencapaian kompetensi yang dimiliki oleh para lulusan SMK. Pengukuran tersebut harus selaras dengan standar yang ditetapkan oleh industri mitra serta mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Kegiatan UKK di lingkungan SMK Negeri 3 Soppeng dijadwalkan berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 April 2026. Sebanyak 90 siswa berpartisipasi aktif dalam ujian akhir ini, yang mencakup tiga konsentrasi keahlian utama sekolah.
Rincian peserta ujian meliputi 60 siswa dari jurusan Teknik Jaringan Komputer (TKJ), 19 siswa dari teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), dan 11 siswa dari jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara Pendinginan (TPTUP). Ujian ini dilaksanakan menjelang akhir masa studi sebagai penentu kompetensi.
Salah satu mandat penting UKK adalah memvalidasi pencapaian kompetensi siswa agar sesuai dengan standar industri yang berlaku. Proses penilaian ini melibatkan kemitraan strategis dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1/P2/P3).
Setiap jurusan yang mengikuti UKK didampingi oleh tim asesor berkualitas, yang secara spesifik terdiri dari perwakilan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan LSP EI. Keterlibatan pihak eksternal ini menjamin objektivitas penilaian.
Akses Pendidikan Merata: Rincian 103 Sekolah Swasta Penerima Subsidi Penuh di DKI Jakarta
Kepala SMK Negeri 3 Soppeng, Ibu Reni Andriani, S.Pd.,M.Pd., menekankan nilai lebih dari asesmen ini, "UKK ini bukan hanya untuk mendapatkan nilai akhir, tapi juga sebagai bentuk validasi bahwa murid kita benar-benar siap kerja dan mampu menunjukkan kompetensinya di dunia nyata."
Beliau melanjutkan bahwa partisipasi para profesional industri memberikan bobot signifikan pada hasil uji kompetensi. "Keterlibatan para profesional industri ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena penilaian yang dilakukan bersifat objektif, akuntabel, dan berbasis pada kebutuhan aktual dunia usaha dan industri. Hal ini menjadikan hasil uji kompetensi memiliki bobot yang kuat dan diakui secara profesional,” ujar Ibu Reni Andriani.
SMK Negeri 3 Soppeng menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan berdaya saing melalui UKK ini. Penyelenggaraan ini menjadi bukti nyata penguatan sinergi antara sekolah dengan dunia usaha dan industri.
