Kab. Bogor– Masalah pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya kini berada di fase yang sangat krusial. Setiap harinya, 500 ton lebih sampah Kota Bogor terus berdatangan dan bermuara di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Dengan luasan lahan yang semakin terbatas, ancaman overload (kelebihan kapasitas) bukan lagi sekadar isapan jempol, melainkan bom waktu yang mengintai warga dan pekerja di sekitarnya.
Kondisi ini semakin memprihatinkan jika mengingat rekam jejak TPAS Galuga yang pernah mengalami tragedi longsor gunungan sampah hingga memakan korban jiwa. Lantas, sampai kapan TPA ini mampu menampung beban harian ratusan ton sampah tersebut?
Fakta Tumpukan Sampah di TPAS Galuga
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat bahwa beban yang harus ditanggung TPAS Galuga setiap harinya sangatlah masif. Berikut adalah rinciannya:
Kiriman dari Kota Bogor: Sekitar 500 hingga 600 ton sampah per hari diangkut oleh kurang lebih 128 armada truk menuju TPAS Galuga.
Kiriman dari Kabupaten Bogor: Mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 ton per hari, mengingat populasi warga kabupaten yang jauh lebih besar.
Total Volume: Jika diakumulasikan, TPAS Galuga harus menelan lebih dari 1.500 ton sampah per harinya dari dua wilayah tersebut.
Dengan lahan yang luasannya terbatas (sekitar 37-40 hektare) dan sistem controlled landfill yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, tumpukan sampah ini terus menggunung tanpa adanya proses penguraian yang seimbang.
Bayang-Bayang Overload dan Tragedi Longsor
