Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengambil langkah preventif guna menjaga stabilitas pangan menjelang momen besar keagamaan di tanah air. Sebanyak 3.930 personel dikerahkan untuk memantau pergerakan komoditas di seluruh penjuru Indonesia secara intensif. Upaya ini dilakukan demi memastikan kelancaran distribusi logistik selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2026 mendatang.
Ribuan petugas tersebut memiliki tugas khusus untuk memperketat pengawasan lalu lintas bahan pangan dari sektor pertanian maupun perikanan. Fokus utama mereka adalah mengantisipasi lonjakan frekuensi pengiriman barang yang biasanya terjadi menjelang hari raya. Penjagaan ketat ini tersebar di berbagai titik masuk dan keluar komoditas strategis nasional guna mencegah kendala distribusi.
Kenaikan volume distribusi bahan pokok sering kali memicu risiko masuknya komoditas yang tidak sesuai dengan standar kesehatan karantina. Oleh karena itu, Barantin memandang perlu adanya penambahan kekuatan personel di lapangan guna menutup celah pelanggaran prosedur. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tingginya permintaan konsumsi masyarakat.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin, Hudiansyah Is Nursal, memberikan penjelasan mendalam terkait kebijakan strategis yang diambil instansinya tersebut. Beliau menegaskan bahwa penguatan pengawasan ini merupakan bentuk komitmen instansi dalam melayani kepentingan publik secara maksimal. "Pengawasan diperkuat demi menjamin keamanan dan mutu pangan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan suci," ungkap Hudiansyah di Jakarta.
Dengan adanya ribuan mata yang mengawasi, diharapkan kualitas bahan pangan yang beredar di pasar tetap terjaga dengan baik dan layak konsumsi. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir mengenai aspek legalitas dan higienitas produk pertanian atau perikanan yang mereka beli di pasar. Pengawasan yang ketat juga berfungsi untuk menekan potensi peredaran barang ilegal yang dapat merugikan ekosistem pangan nasional.
Hingga saat ini, koordinasi antarwilayah terus diperkuat guna memastikan setiap personel bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Barantin juga mulai mengoptimalkan sistem pelaporan digital untuk memantau arus logistik pangan secara cepat dari pusat komando. Kesiapsiagaan ini akan terus ditingkatkan seiring dengan semakin dekatnya puncak perayaan Idulfitri 2026 yang dinamis.
Melalui pengerahan personel yang masif, Barantin berharap stabilitas pasokan dan ketersediaan pangan dapat terjaga hingga akhir masa libur panjang. Sinergi antara petugas di lapangan dan para pelaku usaha sangat diperlukan untuk menyukseskan agenda pengawasan nasional ini. Keamanan pangan nasional tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah di tahun 2026.
Sumber: Beritasatu
