JABARONLINE. COM, – Banjir bandang di Desa Pangaur, Kabupaten Bogor, bukan hanya meninggalkan lumpur dan reruntuhan rumah. Ia juga meninggalkan pertanyaan klasik: seberapa cepat pemerintah benar-benar bisa hadir di tengah rakyatnya?
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman memang bergerak cepat. Tim Reaksi Cepat diturunkan atas instruksi Bupati Rudy Susmanto, meninjau rumah-rumah warga yang rusak parah. Kepala Dinas, Eko Mujiarto, menegaskan bahwa setiap laporan darurat harus segera direspons. Kata-kata yang indah, penuh empati, dan tentu saja menenangkan.
Namun, sejarah bencana di negeri ini sering kali mengajarkan hal lain: cepat di awal, lambat di tengah, dan samar di akhir. Pendataan, koordinasi lintas dinas, hingga birokrasi bantuan kerap menjadi jalan panjang yang membuat warga harus menunggu kepastian. Satu komando, satu arah, kata Eko. Tetapi di lapangan, sering kali suara-suara itu pecah menjadi banyak nada.
Warga Pangaur kini menaruh harapan pada janji pemerintah. Harapan yang sama, yang selalu muncul setiap kali bencana datang. Harapan bahwa kali ini, mereka tidak hanya akan mendapat kunjungan, tetapi juga kepastian: rumah yang bisa kembali berdiri, kehidupan yang bisa kembali berjalan.
Di tengah reruntuhan, pemerintah memang tampak sebagai cahaya. Tetapi cahaya itu harus bertahan, tidak boleh redup setelah sorotan kamera media bergeser. Karena bagi warga Pangaur, yang mereka butuhkan bukan sekadar perhatian sesaat, melainkan kepastian jangka panjang.
