Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak menjadi sorotan publik setelah melakukan siaran langsung di platform media sosial TikTok. Dalam sesi tersebut, ia didampingi oleh putranya, Yuda Purboyo Sunu, untuk menyapa para pengikutnya secara santai. Kehadiran pejabat publik ini menarik perhatian ribuan warganet yang antusias memberikan respon positif sepanjang acara.

Selama siaran berlangsung, akun milik Yuda Purboyo Sunu terpantau menerima berbagai macam fitur 'gift' atau hadiah digital dari para penonton. Salah satu hadiah yang paling mencolok adalah ikon paus yang memiliki nilai moneter cukup signifikan bagi pengguna platform tersebut. Fenomena saweran digital ini kemudian memicu diskusi menarik antara ayah dan anak tersebut di hadapan publik.

Yuda menjelaskan kepada ayahnya bahwa nilai dari satu hadiah ikon paus tersebut ditaksir bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta. Ia terlihat sangat bersemangat menanggapi apresiasi finansial yang diberikan oleh para penonton sepanjang sesi siaran langsung. Namun, situasi ini justru memicu kekhawatiran tersendiri bagi Purbaya terkait etika jabatan yang saat ini ia emban.

Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyinggung potensi gratifikasi yang mungkin timbul dari penerimaan hadiah-hadiah digital tersebut di ruang siber. Sebagai seorang pejabat negara, ia merasa perlu berhati-hati dalam menerima segala bentuk pemberian dari masyarakat luas dalam bentuk apa pun. Keduanya pun sempat berbincang mengenai batasan antara hiburan media sosial dan regulasi hukum yang berlaku di Indonesia.

Diskusi mengenai saweran di TikTok ini menjadi sangat relevan mengingat ketatnya pengawasan terhadap aset serta penerimaan para pejabat pemerintah saat ini. Masyarakat kini semakin kritis dalam memantau aktivitas digital para pemangku kebijakan di berbagai platform media sosial. Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dan pemahaman mendalam mengenai fitur-fitur teknologi terbaru oleh aparatur sipil negara.

Meskipun suasana siaran berlangsung sangat santai dan penuh tawa, isu integritas tetap menjadi poin utama yang ditegaskan oleh sang Menteri. Yuda sendiri terus berinteraksi dengan warganet sembari memberikan penjelasan mengenai cara kerja sistem monetisasi yang ada di platform TikTok. Interaksi hangat antara bapak dan anak ini memberikan warna baru dalam gaya komunikasi publik pejabat di tanah air.

Kejadian ini memberikan pelajaran penting mengenai tantangan baru yang dihadapi pejabat publik di tengah masifnya era digitalisasi media sosial. Kesadaran akan potensi gratifikasi melalui fitur 'gift' diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi tokoh publik lainnya agar tetap waspada. Hingga siaran berakhir, Purbaya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian demi menjaga marwah institusi yang dipimpinnya dari isu miring.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2970834/ketika-purbaya-takut-gratifikasi-karena-banyak-gift-saat-live-tiktok