JABARONLINE.COM - Sebuah insiden dugaan pelecehan seksual mencoreng nama baik lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) yang berlokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kejadian ini menimbulkan kegelisahan di kalangan civitas akademika setempat.

Peristiwa yang menjadi sorotan publik ini melibatkan seorang petugas kebersihan yang diidentifikasi dengan inisial LKW, berusia 40 tahun. Ia diduga menjadi korban tindakan tidak senonoh dari seorang oknum sopir kampus.

Dugaan tindakan asusila ini terjadi pada hari Jumat, tepatnya tanggal 24 April 2026. Saat itu, korban sedang berada dalam kondisi beristirahat di salah satu gudang yang berada di lingkungan kampus tersebut.

Kronologi awal terungkap melalui keterangan yang diberikan oleh suami korban, yang memiliki inisial JAM. Ia membeberkan bahwa sebelum insiden dugaan pelecehan terjadi, sang istri telah menerima pesan singkat yang mencurigakan.

"Sebelum kejadian, korban sempat menerima pesan singkat dari terduga pelaku yang berisi kalimat tidak pantas," jelas JAM, suami korban.

Pesan singkat yang dikirimkan oleh terduga pelaku tersebut menjadi salah satu petunjuk kunci dalam rangkaian peristiwa yang dialami oleh korban LKW. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi yang tidak pantas sebelum dugaan pelecehan fisik terjadi.

Dikutip dari Beritasatu.com, disebutkan bahwa korban dilaporkan mengalami syok berat pasca mengalami dugaan pelecehan tersebut. Kondisi psikologis korban menjadi perhatian utama pihak keluarga dan lingkungan sekitar.

Pihak universitas diharapkan dapat segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran serius yang terjadi di dalam lingkungan kampus mereka. Investigasi mendalam diperlukan untuk mengungkap fakta secara utuh.

Insiden ini menyoroti pentingnya penegakan protokol keamanan dan etika di lingkungan institusi pendidikan tinggi, terutama terkait perlindungan terhadap seluruh staf dan karyawan. Perlu adanya evaluasi menyeluruh mengenai pengawasan internal.