JABARONLINE.COM - FC Alverca secara resmi memastikan langkah mereka untuk tetap berkompetisi di kasta tertinggi Liga Portugal pada musim 2026/2027. Kepastian ini didapat setelah mereka sukses menundukkan FC Arouca dengan skor akhir 2-1 dalam laga pekan ke-31 pada Jumat malam, 24 April 2026 waktu setempat.
Kemenangan tandang ini menjadi dorongan signifikan bagi tim berjuluk Ribatejanos tersebut, mengingat ini merupakan hasil positif ketiga mereka dalam empat pertandingan terakhir yang telah dilakoni. Tambahan tiga poin krusial ini mengantarkan Alverca mengoleksi total 38 poin di papan klasemen sementara.
Dengan koleksi 38 poin tersebut, Alverca kini menempati peringkat ke-10 di klasemen sementara Liga Portugal. Raihan poin ini secara matematis sudah cukup untuk menjaga jarak aman mereka dari kejaran Casa Pia yang berada di posisi ke-16, zona yang menentukan untuk play-off degradasi.
Meskipun Casa Pia masih menyisakan empat pertandingan sisa, keunggulan head-to-head yang dimiliki Alverca atas rival mereka tersebut semakin mengukuhkan posisi aman mereka di divisi utama. Keberhasilan ini menandai pencapaian bersejarah bagi klub yang baru kembali ke liga utama setelah absen selama 21 tahun lamanya.
Dua gol kemenangan yang memastikan tiga poin untuk Alverca dalam laga penentuan tersebut disarangkan oleh dua pemain andalan mereka, Kaiky Naves dan Marezi. Momen ini menjadi penanda kembalinya klub tersebut ke panggung utama sepak bola Portugal secara lebih stabil.
Namun, euforia kemenangan bersejarah ini sedikit ternoda dengan ketidakhadiran pelatih utama Alverca, Custodio Castro, dalam sesi wawancara pasca pertandingan. Ricardo Sousa, yang menjabat sebagai asisten pelatih, yang mengambil alih peran untuk memberikan keterangan kepada awak media.
Dikutip dari cnnportugal.iol.pt, Custodio Castro terpaksa melewatkan sesi flash interview dan konferensi pers karena mengalami masalah kesehatan mendadak sesaat setelah pertandingan usai. Pihak klub telah memberikan konfirmasi bahwa ketidakhadiran pelatih murni disebabkan oleh kondisi fisik yang kurang prima.
Sementara itu, kekalahan di kandang sendiri memberikan dampak yang kurang menyenangkan bagi kubu tuan rumah FC Arouca. Pelatih FC Arouca, Vasco Seabra, mengungkapkan kekecewaannya atas kegagalan timnya mengubah dominasi permainan menjadi gol kemenangan.
Vasco Seabra menyatakan, "Creio que foi um jogo bem conseguido da nossa parte, com capacidade para criação de ocasiões de golo. Na primeira temos duas oportunidades claras para fazer golo, mas acabamos por sofrer em contragolpe do Alverca. Dominámos a partir daí e criámos muitas dificuldades, empurrámos a Alverca p..." ujar Vasco Seabra, Pelatih FC Arouca.
