JABARONLINE.COM - Pasar komoditas global kembali diguncang oleh lonjakan harga emas yang sangat signifikan pada awal pekan ini. Logam mulia ini terus menunjukkan performa gemilang di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dunia yang kian mencekam. Para investor mulai berbondong-bondong mengalihkan aset mereka menuju instrumen yang lebih aman demi menghindari risiko kerugian.

Berdasarkan data terbaru dari Bloomberg pada hari Senin (2/3/2026), harga emas kini bertengger di level US$ 5.378 per ons troi. Angka tersebut mencerminkan kenaikan tajam sebesar 1,88% jika dibandingkan dengan posisi perdagangan pada hari sebelumnya. Lonjakan ini menandai tren penguatan yang cukup konsisten dan mengejutkan banyak pihak di pasar finansial.

Kenaikan harga emas yang cukup drastis ini dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang semakin memanas di Timur Tengah. Situasi geopolitik yang tidak menentu tersebut memaksa para pelaku pasar untuk segera mengamankan modal mereka dari volatilitas tinggi. Selain faktor perang, kondisi makroekonomi global lainnya juga memberikan tekanan tambahan pada pergerakan harga komoditas dunia.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, memberikan pandangan mendalam terkait dinamika pasar yang sedang terjadi saat ini. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga logam mulia didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang tetap tinggi. Faktor-faktor eksternal ini menjadi mesin penggerak utama bagi nilai emas untuk terus merangkak naik di pasar internasional.

Tingginya angka inflasi di Negeri Paman Sam membuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven semakin meningkat. Para investor melihat emas sebagai aset yang paling stabil untuk menghadapi guncangan ekonomi dalam jangka panjang. Hal ini mengakibatkan permintaan terhadap fisik maupun kontrak berjangka emas mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Andy Nugraha juga menilai bahwa tren bullish pada harga emas saat ini sudah terlihat semakin solid dan sulit untuk terbendung. Pergerakan pasar menunjukkan adanya sentimen positif yang sangat kuat dari para pembeli besar di seluruh dunia. Kondisi teknikal dan fundamental saat ini dinilai sangat mendukung adanya potensi penguatan harga lebih lanjut di lantai bursa.

Melihat situasi yang berkembang, Andy memproyeksikan adanya peluang kenaikan lanjutan bagi harga emas dalam jangka pendek ke depan. Ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda di Timur Tengah diprediksi akan terus menjadi katalisator utama pergerakan harga. Masyarakat dan investor kini terus memantau perkembangan situasi global demi mengambil langkah investasi yang paling tepat.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2972356/perang-iran-israel-dorong-harga-emas-dunia-melonjak