JABARONLINE.COM - Emiten agribisnis raksasa milik Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), mencatatkan performa keuangan yang luar biasa sepanjang tahun buku 2025. Di tengah kondisi pasar komoditas yang penuh dinamika, perusahaan berhasil membuktikan ketangguhan fundamental bisnisnya secara konsisten. Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham mengenai prospek industri kelapa sawit di masa depan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis, SIMP sukses mengantongi laba bersih senilai Rp2,07 triliun. Angka fantastis tersebut menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar 33 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya. Pada periode 2024, perusahaan diketahui membukukan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun yang diatribusikan kepada entitas induk.

Sektor pendapatan juga mengalami lonjakan signifikan dengan total penjualan mencapai Rp21,06 triliun di akhir Desember 2025. Pertumbuhan top-line ini tercatat naik sebesar 32 persen berkat strategi pemasaran yang efektif di tengah fluktuasi pasar global. Kenaikan harga jual rata-rata minyak sawit mentah menjadi faktor utama yang mendorong pundi-pundi pendapatan perseroan.

Selain faktor harga komoditas, peningkatan volume penjualan pada produk lemak nabati turut memberikan kontribusi yang berarti. Manajemen perusahaan berhasil mengoptimalkan rantai pasok guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat sepanjang tahun. Kondisi ini memperkuat posisi SIMP sebagai salah satu pemain utama dalam industri pengolahan produk turunan kelapa sawit.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto perseroan ikut merangkak naik sebesar 13 persen menjadi Rp5,47 triliun secara tahunan. Efisiensi pada beban pokok penjualan dan biaya produksi menjadi kunci dalam menjaga margin keuntungan tetap stabil. Hal ini kemudian berdampak pada laba usaha yang terkerek naik 21 persen hingga menyentuh angka Rp4,00 triliun.

Indikator core profit atau laba inti perusahaan juga memperlihatkan tren pertumbuhan yang sangat sehat sebesar 26 persen. Tercatat, angka laba inti tersebut mencapai Rp2,91 triliun, yang mencerminkan kekuatan operasional bisnis utama tanpa gangguan faktor non-rutin. Langkah efisiensi operasional yang dijalankan perseroan terbukti ampuh dalam mendongkrak profitabilitas di segala lini.

Capaian gemilang di tahun 2025 ini menjadi bukti nyata kemampuan adaptasi SIMP terhadap tantangan eksternal yang kompleks. Perusahaan optimis dapat terus mempertahankan momentum pertumbuhan positif ini melalui penguatan tata kelola dan produktivitas lahan. Dengan fundamental yang semakin solid, Grup Salim melalui SIMP siap menghadapi dinamika industri agribisnis pada periode mendatang.

Sumber: Bisnismarket

https://bisnismarket.com/post/laba-salim-ivomas-simp-melesat-33-persen-tembus-rp2-07-triliun-di-2025