JABARONLINE.COM - Presiden Prabowo secara resmi membuka Istana Kepresidenan bagi kunjungan siswa-siswi sekolah melalui program terbarunya yang dinamakan 'Istana untuk Siswa Sekolah'. Program edukatif ini telah mulai dilaksanakan sejak hari kemarin, Selasa, 7 April 2028.
Inisiasi program ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet di media sosial. Informasi ini kemudian dikutip pada hari Rabu, 8 April 2026.
"Hari ini, Selasa, 7 April 2026, atas instruksi dan keinginan Bapak Presiden Prabowo, kita buka Istana untuk anak-anak sekolah," ujar Seskab Teddy Indra Wijaya, dilansir dari unggahan Sekretariat Kabinet.
Teddy menjelaskan bahwa pembukaan Istana ini sejalan dengan prioritas utama Presiden dalam membangun dan membentuk generasi muda Indonesia. Program ini mencakup berbagai intervensi signifikan di sektor pendidikan.
"Salah satu program terbesar Bapak Presiden adalah investasi membangun dan membentuk generasi muda. Ada makan bergizi, ada renovasi sekolah, toilet. Kita pasang TV digital pembelajaran. Kemudian ada sekolah rakyat, sekolah integrasi, sekolah Garuda, ada insentif dan kesejahteraan untuk guru dan lain sebagainya," jelasnya lebih lanjut.
Ia menegaskan bahwa pembukaan Istana ini merupakan bagian integral dari upaya tersebut, yaitu memberikan pengalaman langsung kepada calon penerus bangsa. "Nah itu, hari ini kita buka istana untuk anak-anak sekolah untuk generasi penerus bangsa," pungkas Teddy.
Kegiatan dalam program 'Istana untuk Siswa Sekolah' dirancang multidimensi, meliputi diskusi interaktif, sesi tanya jawab, penjelajahan kompleks Istana, serta pemahaman sejarah dan konsep pemerintahan. Tujuannya adalah memperkenalkan lingkungan pengambilan keputusan strategis negara kepada para pelajar.
"Kita ajak mereka untuk melihat istana, kita ajak mereka untuk melihat tempat-tempat di mana keputusan besar bangsa ini pernah diambil. Untuk apa? Untuk memberi mereka keinginan untuk bercita-cita setinggi mungkin untuk bangsa ini," ungkap Teddy Indra Wijaya.
Program ini tidak hanya terbatas pada Istana Merdeka dan Istana Negara yang berada di ibu kota. Pihak penyelenggara memastikan bahwa seluruh Istana Kepresidenan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia akan ikut serta dalam perluasan jangkauan program ini.
