JABARONLINE.COM - Laju inflasi tahunan di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan sepanjang periode April 2026. Penurunan ini menandakan meredanya tekanan harga yang sempat terjadi pada periode sebelumnya di Tanah Air.

Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan bahwa angka inflasi tahunan atau year-on-year (YoY) berhasil melandai hingga mencapai level 2,42%. Pencapaian ini merupakan sebuah kabar baik bagi stabilitas ekonomi nasional.

Angka inflasi yang tercatat pada bulan April 2026 tersebut menunjukkan penurunan yang cukup berarti bila dibandingkan dengan capaian pada bulan Maret 2026. Pada bulan Maret, laju inflasi tahunan masih berada di angka 3,48%.

Fenomena penurunan inflasi yang signifikan ini telah mendapatkan penjelasan resmi dari pihak BPS. Penurunan ini merupakan hasil dari dinamika perhitungan indeks harga konsumen yang terjadi secara periodik.

Fenomena perlambatan tekanan harga ini dijelaskan oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, sebagai dampak dari berakhirnya efek tertentu pada perhitungan inflasi. Hal ini mengindikasikan adanya faktor musiman atau struktural yang sudah usai.

Faktor utama yang disebut memengaruhi penurunan inflasi ini adalah hilangnya dampak low base effect dari kenaikan tarif listrik. Efek basis rendah ini seringkali menimbulkan lonjakan inflasi pada periode sebelumnya, yang kini telah terkoreksi.

"Fenomena penurunan inflasi ini dijelaskan oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, sebagai dampak dari berakhirnya efek tertentu pada perhitungan inflasi," ujar Amalia.

Lebih lanjut, Amalia Adininggar Widyasanti menekankan bahwa faktor utama yang berkontribusi pada penurunan ini adalah hilangnya dampak low base effect dari kenaikan tarif listrik sebelumnya. Hal ini menunjukkan normalisasi harga pasca penyesuaian tarif energi.

Dilansir dari KOMPETEN.CO.ID, data resmi BPS menegaskan bahwa pergerakan harga kini berada dalam batas yang lebih terkendali. Hal ini memberikan optimisme terhadap prospek pemulihan daya beli masyarakat Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.