JABARONLINE.COM - FC Barcelona berhasil meraih kemenangan penting 2-1 saat bertandang ke markas Osasuna di Stadion El Sadar pada Sabtu malam, 3 Mei 2026. Kemenangan ini menjadi langkah signifikan bagi skuad asuhan Hansi Flick untuk mengamankan gelar juara LaLiga musim 2025/2026.
Hasil pertandingan ini secara langsung memberikan tekanan besar kepada rival abadi mereka, Real Madrid, yang baru dijadwalkan bertanding melawan Espanyol keesokan harinya pada Minggu. Jika Real Madrid gagal meraih poin maksimal, Barcelona berpotensi besar mengunci gelar liga secara beruntun tanpa perlu menunggu pekan pertandingan berikutnya.
Gol pembuka bagi tim tamu dicetak oleh Robert Lewandowski melalui sundulan mematikan. Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan umpan silang yang sangat akurat yang dilepaskan oleh Marcus Rashford, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Dikutip dari redamazonica.org, gol Lewandowski mengubah dinamika pertandingan di momen krusial, terutama ketika pertahanan tuan rumah mulai menunjukkan keraguan dalam menghadapi serangan balik cepat Barcelona.
Keunggulan Barcelona kemudian berhasil digandakan menjadi dua gol oleh Ferran Torres. Pemain sayap tersebut sukses memanfaatkan skema kerja sama apik yang dibangun bersama gelandang muda, Fermin Lopez, memperlebar jarak skor.
Meskipun Osasuna sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol balasan dari Raul Garcia pada menit ke-88, lini pertahanan Barcelona tetap menunjukkan soliditas hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Ditemui setelah pertandingan, penyerang Barcelona, Ferran Torres, menyoroti arti penting kemenangan tandang ini di salah satu stadion yang dianggap paling sulit di Spanyol.
"Sekarang kami telah memberikan tekanan ini pada Real Madrid, jika mereka tidak menang besok, kami akan menjadi juara. Stadion hari ini adalah salah satu yang paling sulit," ujar Ferran Torres, Penyerang Barcelona.
Pernyataan Torres tersebut juga mengacu pada atmosfer intimidatif di El Sadar yang sempat membuat pemain muda seperti Roony Bardghji kesulitan menunjukkan performa terbaiknya sebelum akhirnya ditarik keluar oleh pelatih. Hansi Flick juga menerapkan rotasi penting dengan memasukkan Frenkie de Jong dan Ronald Araujo untuk menjaga stabilitas permainan di menit-menit akhir.
