JABARONLINE.COM - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) telah mempublikasikan kinerja keuangannya yang impresif untuk mengawali tahun 2026. Perusahaan makanan dan minuman terkemuka ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan pada periode tiga bulan pertama tahun tersebut.

Apa yang menjadi sorotan utama adalah perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2026. Angka fantastis sebesar Rp945,58 miliar berhasil dikantongi oleh perseroan pada periode ini.

Kinerja ini menunjukkan peningkatan substansial sebesar 37,15% jika dibandingkan dengan capaian pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya, yaitu kuartal I 2025. Pada periode tersebut, laba bersih MYOR tercatat sebesar Rp689,43 miliar.

Perbaikan fundamental ini juga terefleksi langsung pada metrik laba per saham (EPS) yang dialami oleh para pemegang saham. Laba per saham dilaporkan naik dari angka Rp31 per lembar saham menjadi Rp42 per lembar saham.

Meskipun detail mengenai penjualan belum sepenuhnya terperinci, kenaikan laba yang signifikan ini mengindikasikan adanya efisiensi operasional yang sangat baik dalam struktur biaya perusahaan sepanjang kuartal pertama 2026.

Kinerja positif ini tentunya menjadi kabar baik bagi pasar modal Indonesia, menegaskan posisi MYOR sebagai salah satu emiten yang mampu menjaga profitabilitasnya di tengah dinamika ekonomi. Peningkatan laba sebesar itu terjadi meskipun ada indikasi penurunan pada sisi penjualan.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, pencapaian laba bersih kali ini menggarisbawahi keberhasilan manajemen dalam mengelola beban dan meningkatkan margin keuntungan secara keseluruhan.

"Perusahaan tercatat meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp945,58 miliar pada kuartal pertama tahun tersebut," demikian bunyi salah satu catatan dalam rilis kinerja perusahaan.

"Angka laba bersih ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 37,15% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni kuartal I 2025 yang tercatat sebesar Rp689,43 miliar," tambah keterangan tersebut.