JABARONLINE.COM - Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah kini menjadi pemicu utama lonjakan harga komoditas energi secara global. Fenomena ini secara langsung membawa dampak serius berupa peningkatan laju inflasi di berbagai negara di dunia.

Kondisi ekonomi global yang tidak menentu ini, menurut analisis, secara signifikan mengurangi prospek penurunan suku bunga acuan yang kemungkinan besar akan tertunda hingga tahun 2026. Penundaan ini menimbulkan tantangan baru bagi sektor keuangan.

Situasi global yang penuh dengan ketidakpastian ini turut menjadi perhatian serius bagi sektor perbankan nasional di Indonesia. Khususnya entitas bank digital yang sedang giat berupaya meningkatkan fundamental dan pertumbuhan mereka.

Bank digital dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk mengelola strategi likuiditas secara sangat hati-hati. Hal ini penting dilakukan mengingat dinamika suku bunga yang sangat fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk mengamankan posisi pendanaan di tengah situasi ini, Krom Bank mulai merumuskan strategi baru yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mengarahkan fokus akuisisi nasabah baru.

Strategi spesifik yang diusung oleh Krom Bank adalah menargetkan segmen generasi muda atau Gen Z sebagai sumber likuiditas utama mereka. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk menjaga stabilitas dana pihak ketiga.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, kondisi ketidakpastian ini menuntut bank digital untuk lebih kreatif dalam menjaga basis dana murah dan stabil. Penargetan Gen Z dinilai sejalan dengan tren digitalisasi layanan perbankan.

Krom Bank melihat potensi besar pada populasi Gen Z yang memiliki literasi digital tinggi dan cenderung aktif menggunakan produk keuangan berbasis aplikasi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat rasio kecukupan likuiditas mereka.

"Kondisi ini secara signifikan mengurangi prospek penurunan suku bunga acuan bank sentral pada tahun 2026," menggarisbawahi dampak penundaan penurunan suku bunga terhadap perencanaan likuiditas bank.