JABARONLINE.COM - Komite Wasit PSSI secara resmi memberikan pernyataan mengenai keabsahan gol kedua yang dicetak oleh tim Dewa United U-20 dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC U-20. Keputusan ini dikeluarkan sebagai respons atas kontroversi yang sempat menimbulkan ketegangan di akhir laga Elite Pro Academy (EPA) yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang.

Gol tersebut, yang dicetak oleh pemain bernama Abu Thalib, menjadi titik panas karena adanya dugaan pelanggaran offside dalam proses terciptanya gol kemenangan 2-1 bagi Dewa United U-20. Kejadian ini sempat berujung pada kericuhan antar pemain di lapangan sesaat setelah keputusan wasit disahkan.

Dilansir dari Detik Sport, keabsahan gol tersebut didasarkan pada analisis teknis bahwa bola yang berujung pada gol tidak diambil langsung oleh pemain yang berada dalam posisi offside. Meskipun ada pemain Dewa United yang berada di posisi tersebut, bola akhirnya dieksekusi oleh rekan setimnya yang berada dalam posisi onside.

Pratap Singh, Kepala Departemen Wasit PSSI, memberikan penjelasan teknis mendalam mengenai interpretasi aturan tersebut dalam sebuah sesi pemberian materi di Jakarta pada Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan bahwa posisi offside saja tidak secara otomatis membatalkan gol jika tidak ada intervensi.

"Berdiri dalam posisi offside bukan suatu offence, apalagi dia juga tidak melakukan intervensi kepada pemain belakang atau kiper. Bola diambil oleh pemain lain," ujar Pratap Singh, Kepala Departemen Wasit PSSI.

Penilaian Komite Wasit diperkuat dengan analisis bahwa pemain yang berada di posisi offside tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan lini pertahanan Bhayangkara FC U-20 sebelum gol tercipta. Situasi ini menjadi kunci dalam pengesahan keputusan wasit di lapangan.

Yoshimi Ogawa, Ketua Komite Wasit, turut memberikan penekanan bahwa pemain yang dicurigai offside tersebut tidak menghalangi lawan sebelum gol terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan wasit utama telah sejalan dengan interpretasi aturan yang berlaku.

"Kenyataannya pada situasi ini, pemain yang dinilai offside ini mengejar bola sendiri dan tidak ada pemain bertahan Bhayangkara FC (U-20) yang mendekat, sebelum bola diambil alih oleh rekannya untuk mencetak gol," ungkap Yoshimi Ogawa, Ketua Komite Wasit.

Meskipun hasil akhir pertandingan tetap 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20, insiden pasca gol memicu reaksi emosional dan keributan fisik antara kedua tim. Hal ini menunjukkan bahwa aspek penyelesaian konflik di lapangan masih menjadi tantangan tersendiri bagi kompetisi EPA.