JABARONLINE.COM - Gerakan literasi di wilayah Sulawesi Selatan terus berupaya meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan roda organisasinya. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan memperkuat tata kelola administrasi keuangan demi keberlanjutan program di masa depan.

Dilansir dari Humas SMAN 8 Pinrang, sejumlah tokoh penggerak literasi daerah melakukan kunjungan resmi ke kantor BRI Cabang Pinrang pada Kamis, 16 April 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda penting dalam strukturisasi Komunitas Literasi Sulawesi Selatan (KLSS).

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Founder KLSS sekaligus guru SMAN 3 Pinrang, Dra. Sitti Dahliah Azis. Beliau didampingi oleh Ketua Umum KLSS, Alimuddin, S. Pd, yang juga merupakan tenaga pendidik di SMAN 8 Pinrang.

Fokus utama dari pertemuan di lembaga perbankan tersebut adalah proses pembuatan rekening resmi atas nama organisasi KLSS. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana komunitas.

"Keberadaan rekening resmi ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menumbuhkan kepercayaan publik sekaligus memperkokoh gerakan literasi agar lebih terorganisir dan berkelanjutan," ujar Dra. Sitti Dahliah Azis.

Sitti Dahliah Azis menambahkan bahwa fasilitas perbankan tersebut akan sangat membantu dalam mengelola berbagai sumber dana. Hal ini mencakup donasi dari masyarakat, hasil kerja sama instansi, hingga anggaran program pengembangan literasi lainnya.

"Melalui rekening resmi ini, kami memiliki harapan besar agar seluruh dukungan yang masuk dapat dikelola secara transparan, profesional, dan tepat sasaran bagi kemajuan literasi," kata Alimuddin, S. Pd.

Alimuddin juga menegaskan bahwa KLSS memiliki komitmen jangka panjang untuk menghadirkan program edukasi yang memberikan dampak nyata. Sasaran utamanya adalah generasi muda di Sulawesi Selatan agar memiliki budaya membaca dan menulis yang kuat.

Kunjungan ke BRI Pinrang ini mencerminkan keseriusan para penggerak dalam membangun fondasi organisasi yang mapan. Pengelolaan keuangan yang tertata diharapkan menjadi motor penggerak utama bagi kemajuan budaya literasi di wilayah Sulawesi Selatan.