BOGOR, JAWA BARAT – Sebagai upaya menjaga eksistensi pencak silat yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda, GREAT Edunesia Dompet Dhuafa melalui Kampung Silat Jampang (KSJ) menggelar acara "Lebaran Jawara". Kegiatan yang berlangsung di Zona Madina, Bogor, pada Sabtu (25/2/2024) ini dihadiri oleh sedikitnya 250 pesilat dari 65 perguruan silat tanah air.
Lebaran Jawara merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi para pesilat yang berkontribusi dalam melestarikan budaya bangsa. Dengan mengusung tema "Kuatkan Persaudaraan, Bawa Silat ke Puncak Kejayaan", acara ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga wadah penguatan kapasitas guru, pengembangan jaringan silat tradisi, hingga peningkatan prestasi di tingkat nasional.
Kepala Divisi Pengembangan Program Riset dan Budaya GREAT Edunesia, Haryo Mojopahit, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar untuk mengangkat kembali kejayaan pencak silat. "Pencak silat tidak hanya menjadi seni bela diri, melainkan sarana pembentukan karakter dan identitas budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan dalam suasana kebersamaan yang inspiratif," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KSJ, H. Daswara Sulanjana, menyatakan kebanggaannya atas dedikasi para jawara dalam menjaga warisan leluhur. Ia menegaskan komitmen KSJ untuk terus memelihara dan mengembangkan silat tradisi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Dukungan juga datang dari pemerintah melalui Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa. Ia mengapresiasi kiprah KSJ selama 12 tahun sebagai motor penggerak silat di wilayah Bogor. Kedepannya, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana memaksimalkan kolaborasi agar pencak silat dapat diintegrasikan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Kebudayaan, Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D., yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan pentingnya regenerasi. Ia berharap silat tidak hanya lestari secara tradisi, tetapi juga mampu menembus kancah internasional sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade. "Silat bukan hanya olahraga, tetapi juga olah rasa yang mencerminkan jati diri bangsa," tuturnya.
Melalui sinergi antar pelaku silat, GREAT Edunesia optimis bahwa nilai-nilai luhur seperti solidaritas, sportivitas, dan rasa saling menghormati dapat terus terjaga. Kegiatan Lebaran Jawara ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memastikan warisan budaya Indonesia tetap mendunia dan dikenal luas oleh generasi mendatang.
