JABARONLINE.COM - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Osin, yang berlokasi di Pinrang, telah menegaskan posisinya sebagai mitra resmi dengan memiliki Sending Organization (SO). Hal ini memberikan mereka otoritas penuh dalam menempatkan tenaga kerja Indonesia di pasar kerja Jepang.

Program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPK Osin berlangsung selama periode enam bulan penuh. Fokus utama pelatihan tidak hanya terbatas pada penguasaan bahasa Jepang dan pemahaman mendalam mengenai etos kerja di Negeri Sakura.

Lebih dari sekadar akademis, LPK Osin juga menyelenggarakan pembinaan komprehensif yang bertujuan membentuk karakter peserta secara utuh. Pembinaan ini mencakup penguatan aspek jasmani dan rohani sebagai fondasi kedisiplinan kerja.

Setiap hari, setelah menunaikan salat Ashar, para peserta diwajibkan mengikuti sesi dzikir bersama. Aktivitas spiritual ini menjadi bagian penting dalam penempaan mental dan ketenangan batin calon pekerja.

Kegiatan rohani tersebut selanjutnya dilanjutkan dengan sesi latihan fisik di lapangan terbuka SMKN 2 Pinrang. Pemanfaatan fasilitas sekolah menunjukkan kolaborasi erat antara LPK dengan institusi pendidikan setempat.

Aktivitas fisik rutin ini dirancang khusus untuk meningkatkan daya tahan dan kebugaran tubuh peserta. Tujuannya adalah mempersiapkan mereka menghadapi ritme kerja di Jepang yang dikenal sangat tinggi dan menuntut stamina prima.

Semua sesi olahraga dipimpin langsung oleh seorang Sensei yang bertugas memberikan instruksi teknis. Sensei tersebut juga menerapkan disiplin ketat layaknya budaya pelatihan yang diterapkan di Jepang.

Kepala SMKN 2 Pinrang, H. Abdul Kadir, S.Pd., M.Pd, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif yang diambil oleh LPK Osin. Ia melihat program ini sebagai pintu gerbang karier bagi pemuda.

"Kehadiran LPK Osin dengan dana talangannya memberikan peluang kepada pemuda pemudi baik dari Kabupaten Pinrang maupun di luar Kabupaten Pinrang untuk bekerja maupun berkarir di Jepang," ujar H. Abdul Kadir, S.Pd., M.Pd.