JABARONLINE.COM - Sebuah babak baru telah tercatat dalam sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Untuk pertama kalinya sejak Program Studi Ilmu Komunikasi didirikan pada tahun 2015, salah satu mahasiswanya berhasil menduduki posisi puncak sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP.
Sosok yang menorehkan pencapaian bersejarah ini adalah Abdurrahman Fathir Al-Mubarroq, yang akrab disapa Fateh. Ia resmi mengemban amanah tersebut setelah melalui proses pemilihan yang demokratis di Aula Mini FISIP Unismuh Makassar pada awal April 2026.
Keberhasilan Fateh ini bukan hanya sekadar kemenangan personal, melainkan menjadi penanda penting eksistensi Prodi Ilmu Komunikasi dalam peta organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas. Hal ini menunjukkan semakin matangnya peran mahasiswa dari prodi tersebut dalam kepemimpinan kampus.
Dr. Syukri, S.Sos., M.Si, selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian mahasiswa didiknya tersebut. Ia menekankan bahwa proses demokrasi kampus harus dilihat lebih dari sekadar hasil akhir.
"Ini bukan soal menang dan kalah, tetapi terpilih dan tidak terpilih. Kami mengucapkan selamat kepada Fateh dan berharap amanah ini dapat dijalankan dengan baik," ujar Dr. Syukri saat ditemui media di ruang kerjanya pada awal April 2026.
Dr. Syukri menambahkan bahwa momen ini menjadi catatan penting bagi Prodi Ilmu Komunikasi di kampus tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini baru terwujud setelah prodi tersebut berdiri hampir satu dekade.
"Sejak berdirinya pada 2015, baru kali ini mahasiswa Ilmu Komunikasi menjadi Ketua BEM FISIP. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri," tambahnya, dilansir dari sumber berita terkait.
Lebih lanjut, ia berharap kepemimpinan baru di bawah Fateh dapat menyuntikkan energi positif ke dalam organisasi mahasiswa. Menurutnya, BEM adalah arena strategis untuk merancang program yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik dan non-akademik mahasiswa.
Kesiapan organisasi untuk bergerak maju juga disoroti oleh Dr. Syukri, terutama mengenai pentingnya rekonsiliasi internal pasca-pemilihan. Konsolidasi dinilai krusial untuk memastikan semua elemen bergerak dalam satu barisan kepengurusan.
